Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggulirkan program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) sebagai langkah strategis memutus ketergantungan pasokan daging sapi dari luar daerah.
Skema ini mengintegrasikan usaha peternakan dalam satu sistem pengelolaan berbasis desa, yang dipandang sebagai kunci memperkuat kemandirian pangan regional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Fadli Supiani menyatakan program ini menjadi tulang punggung upaya meningkatkan produksi daging sapi lokal.
"Program PDKT difokuskan untuk membangun kemandirian produksi daging sapi di daerah," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).
Melalui pendekatan korporasi desa, kata Fadli, peternak didorong bergabung dalam kelompok usaha terorganisir guna mengoptimalkan efisiensi pengelolaan ternak.
Dalam implementasinya, pemerintah menyediakan pendampingan menyeluruh mulai dari teknik budidaya, pengelolaan pakan, hingga manajemen usaha peternakan.
Baca Juga
- Tol IKN Jadi Etalase Inovasi Energi Pertamina saat Arus Balik Lebaran 2026
- Kebun Raya Banua Kalsel Diserbu 3.077 Wisatawan Lebaran
- Puncak Arus Balik Lebaran di Terminal Lempake Samarinda Terjadi Akhir Pekan Ini
Adapun dia menuturkan sinergi antara petani dan peternak diperkuat untuk menjamin ketersediaan pakan serta meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
"Petani dan peternak digabungkan, kemudian diberikan pemahaman terkait budidaya yang benar, pemeliharaan ternak, hingga pengelolaan pasca panen yang mampu meningkatkan nilai tambah," ujar dia.





