FAJAR, BEKASI – Sebuah tragedi horor mengguncang warga Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Sesosok jasad pria ditemukan membeku di dalam freezer sebuah kios ayam goreng pada Minggu (29/3/2026) dini hari. Penemuan ini tak hanya mengejutkan karena lokasinya, tetapi juga karena tubuh korban tidak utuh. Dia diduga menjadi korban mutilasi.
Peristiwa mencekam ini terungkap saat pemilik kios, berinisial AL, datang untuk mengecek tempat usahanya yang sedang ditinggal mudik oleh para karyawan. Alangkah terkejutnya AL saat mengintip ke dalam mesin pendingin dan menemukan bungkusan kain serta plastik yang mencurigakan di antara stok makanan beku.
“Saya cek dan intip dari celah, ada yang mencurigakan. Begitu freezer dibuka, ternyata korban sudah terbungkus kain dan plastik di dalamnya,” ungkap AL dengan nada syok.
Bagian Tubuh Hilang
Korban diketahui merupakan seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan sekaligus tenaga lepas di kios tersebut. Namun, identitasnya ditemukan dalam kondisi yang memilukan. Jasadnya diduga telah dimutilasi, di mana bagian tangan dan kaki korban tidak ditemukan di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyisiran intensif untuk mencari potongan tubuh korban yang hilang. Upaya pelaku menyimpan jasad di dalam freezer di antara bahan makanan diduga kuat sebagai trik keji untuk menghilangkan jejak serta aroma busuk.
Dua Rekan Kerja Diringkus Polisi
Tak butuh waktu lama bagi aparat untuk mengendus jejak pelaku. Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku yang merupakan rekan kerja korban sendiri.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Terduga pelaku berinisial S (27) dan DS alias ANS (24) yang sehari-hari bertugas sebagai pelayan dan pengolah makanan di kios tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
“Keduanya rekan kerja korban. Dua orang terduga pelaku sudah berhasil diamankan oleh Tim Jatanras,” tegas AKBP Abdul Rahim.
Misteri Motif dan Barang yang Hilang
Selain penemuan jasad, pemilik kios juga melaporkan hilangnya sejumlah aset operasional, termasuk uang tunai dan dua unit sepeda motor. Meski demikian, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah motif utama kasus ini adalah perampokan atau ada konflik internal yang memicu aksi sadis tersebut.
“Saya tidak bisa menyimpulkan apakah motor yang hilang berkaitan langsung dengan penemuan jenazah, saya serahkan sepenuhnya ke polisi,” tambah AL.
Penyidik masih terus mendalami apakah ada dendam pribadi atau faktor ekonomi di balik pembunuhan sadis ini. Garis polisi masih terpasang rapat di lokasi kejadian, sementara jasad korban telah dievakuasi untuk keperluan autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian. (*)





