JAKARTA, KOMPAS.TV - Videografer asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Amsal Sitepu, menyebut harga Rp30 juta untuk pembuatan video profil desa sangat murah.
Sebagai informasi, Amsal Sitepu merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi berupa mark up di Kabupaten Karo.
Dalam penjelasannya di rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui panggilan video, Amsal menyebut project pembuatan video profil itu adalah kerja sama dengan beberapa desa.
Namun, dari sejumlah desa yang telah ia buatkan video profilnya, ada yang belum membayar uang jasanya karena anggaran tidak mencukupi.
Baca Juga: Ketua Komisi III DPR soal Kasus Amsal Sitepu: Kerja Kreatif, Harganya Tak Miliki Standar Tertentu
“Faktanya, ada desa yang sudah kami ambil videonya, sudah selesai, itu tidak ada serah terimanya bahkan, maksudnya itu tidak dibayarkan karena anggarannya tidak cukup. Itu pun kami nggak pernah permasalahkan,” kata dia, Senin (30/3/2026), seperti dikutip dari Breaking News Kompas TV.
“Karena memang itu menjadi risiko kami, karena pembayaran dilakukan setelah pekerjaan selesai,” lanjutnya.
Dalam penjelasannya, Amsal menyebut bahwa pekerjaan membuat video profil desa dilakukan saat pandemi Covid-19. Sebelumnya, ialebi banyak mengerjakan video pernihakan maupun video klip lagu.
Pada tahun 2022, ia dan timnya dapat kembali mengerjakan pekerjaan semula, yakni video pernikahan.
Menurutnya, harga pembuatan video profil desa sebesar Rp30 juta adalah harga yang sangat murah, terlebih risiko dalam pembuatan juga lebih tinggi.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- amsal sitepu
- komisi iii dpr ri
- videografer jadi terdakwa
- kabupaten karo
- videografer
- korupsi





