TAHUN 2026 menjadi momentum penting bagi kebangkitan sinema Indonesia di panggung internasional, khususnya di Prancis. Setelah kesuksesan Joko Anwar Night, Januari lalu, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) kini menghadirkan Clermont-Ferrand Night.
Acara ini merupakan bentuk apresiasi terhadap film-film pendek Indonesia yang sukses mencuri perhatian di Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2026, festival film pendek terbesar di dunia yang berlangsung di Prancis, awal Februari lalu.
Sorotan Utama: Delegasi Terbesar Asia TenggaraDalam festival tersebut, Indonesia mengirimkan delegasi terbesar dari kawasan Asia Tenggara dengan tema Focus on Southeast Asia”.
Baca juga : Adinia Wirasti Suarakan Harapan untuk Sinema Indonesia di Hari Ulang Tahun ke-39
Kehadiran Menteri Kebudayaan Fadli Zon serta deretan sutradara berbakat seperti Wregas Bhanuteja hingga Khozy Rizal, mempertegas pengakuan dunia terhadap kualitas film pendek tanah Air.
Kini, karya-karya yang telah melanglang buana tersebut kembali ke tanah air untuk menyapa penonton lokal.
Jadwal Pemutaran dan Program KhususRangkaian acara ini akan dibuka pada 31 Maret 2026 pukul 19.00 WIB di IFI Jakarta, yang akan menayangkan empat film pendek pilihan:
Baca juga : Film Esok Tanpa Ibu: AI, Keluarga, dan Pengakuan Kualitas Sinema Indonesia
- Basri & Salma dalam Komedi yang Terus Berputar – Sutradara: Khozy Rizal
- Where The Wild Frangipanis Grow – Sutradara: Nirartha Bas Diwangkara
- Darah Ksatria – Sutradara: Widya Arafah & Arjuna Asa
- Tak Ada yang Gila di Kota Ini – Sutradara: Wregas Bhanuteja
Pemutaran ini akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab (Q&A) eksklusif bersama sutradara Wregas Bhanuteja dan Arjuna Asa.
Eksplorasi Isu Sosial dan GenderTidak hanya film lokal, program ini juga berlanjut hingga 2 April dengan kurasi film Prancis:
- 1 April: A Plural Portrait of Modern Youth, kumpulan film pendek tentang dinamika kaum muda Prancis.
- 2 April: Feminine, Masculine, kolaborasi Prancis-Indonesia (bersama Playvul NYRA dan Jakarta Cinema Club) yang membedah isu gender dan tekanan sosial.
Perayaan ini sekaligus menandai peluncuran La Fête du court-métrage di Indonesia. Seluruh rangkaian program berlangsung dari 31 Maret hingga 2 April 2026 dan dapat dinikmati di delapan kota besar: Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Semarang, Makassar, dan Denpasar.
Melalui inisiatif ini, IFI berkomitmen untuk terus memperkuat dialog budaya serta mendukung gelombang baru (new wave) perfilman Indonesia di kancah global. (Z-1)





