Bumi Resources (BUMI) Bidik Penjualan Batu Bara hingga 78 Juta Tahun Ini

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan volume penjualan batu bara untuk 2026 dapat mencapai 76 juta hingga 78 juta ton. Target ini naik dibandingkan realisasi pada 2025 yang mencapai 74,8 juta ton.

Adapun, sepanjang 2025, BUMI mencatatkan produksi batu bara sebesar 74,8 juta ton, naik 0,2% dibandingkan 2024.

Baca Juga

  • Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham MEDC, BUMI, hingga ADMR Masih Bertenaga
  • IHSG Ditutup Melemah, Saham BBCA, BUMI hingga AADI ke Zona Merah
  • Bumi Resources (BUMI) Ganti Logo, Gaungkan Pesan Diversifikasi Non-Batu Bara

Sementara itu, Perseroan merealisasikan penjualan batu bara sebesar 74,6 juta ton sepanjang 2025 atau turun 2% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan harga rata-rata free on board (FOB) mencapai US$59,7 per ton. Harga itu turun 17% dibanding tahun sebelumnya yang senilai US$71,8 per ton.

Perseroan menilai stabilitas operasional masih terjaga di tengah kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun.

"Stabilitas operasional tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang menantang, menunjukkan efektivitas pengelolaan operasional dan pengendalian biaya yang konsisten," tulis manajemen BUMI melalui keterangan resmi, Senin (30/3/2026).

Untuk tahun ini, BUMI memproyeksikan volume penjualan batu bara dapat mencapai 76 juta hingga 78 juta ton dengan harga rata-rata yang diproyeksikan mencapai US$60 hingga US$62 per ton.

Sementara itu, BUMI memperkirakan biaya tunai produksi mencapai US$43 hingga US$44 per ton.

"Bumi Resources tetap berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang," kata perusahaan.

Laba Moncer

Dari sisi kinerja keuangan, BUMI mencatatkan pendapatan sebesar US$1.424,8 juta sepanjang 2025. Angka itu naik 4,8% dibanding 2024 yang sebesar US$1.359,7 juta.

Selanjutnya, perusahaan mencatat beban pokok pendapatan sebesar US$1.175,7 juta sepanjang 2025, turun 1,2% dibanding tahun sebelumnya yang senilai US$1.190,4 juta.

Dengan demikian BUMI membukukan laba bruto senilai US$249,1 juta sepanjang 2025. Capaian ini naik 47,1% dibanding 2024, yakni US$169,3 juta.

BUMI juga mencatatkan beban usaha sebesar US$107,9 juta sepanjang 2025, turun 0,4% dibanding 2024 yang sebesar US$108,2 juta. Lalu, laba usaha sebesar US$141,3 juta, naik 131,4% dibanding 2024 yang sebesar US$61,1 juta.

Kemudian, margin usaha sebesar 9,9% sepanjang 2025, naik dibandingkan 2024 yang sebesar 4,5%. Laba sebelum pajak sebesar US$181,1 juta, naik 48% dibanding 2024 yang sebesar US$121,9 juta.

Alhasil, BUMI membukukan laba bersih senilai US$122,3 juta sepanjang 2025. Angka itu naik 35,7% dibandingkan 2024 yang sebesar US$90,1 juta. Adapun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$81,0 juta, naik 20,1% dibanding 2024 yang sebesar US$67,5 juta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bos Otorita Beri Sinyal Wapres Gibran Segera Berkantor di IKN
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Presiden Prabowo Tiba di Jepang, Menkomdigi Sebut Fokus Bahas Kerja Sama Digital
• 6 jam lalumatamata.com
thumb
Prabowo Subianto Janji Beri Respons Cepat Atasi Kendala Investasi di Indonesia
• 15 menit laluliputan6.com
thumb
Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, Tekan Harapan Suku Bunga
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Tanpa Kesimpulan Komnas HAM, Kasus Andrie Yunus Bisa Dianggap Kriminalitas Biasa, Duh
• 13 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.