JAKARTA – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) sedang menyusun rencana untuk menggelar operasi darat selama beberapa minggu di Iran, demikian dilaporkan Washington Post. Laporan ini muncul meski Presiden Donald Trump berulang kali mengklaim bahwa Teheran telah kalah dalam perang yang berlangsung selama sebulan dan memohon kesepakatan untuk menyerah.
Menurut pejabat AS yang berbicara kepada Washington Post, misi darat apa pun tidak akan berupa “invasi skala penuh,” melainkan serangan terbatas oleh pasukan Operasi Khusus dan pasukan infanteri konvensional.
Potensi sasaran dapat mencakup perebutan Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, atau serangan ke daerah pesisir dekat Selat Hormuz untuk menghancurkan senjata yang mampu menargetkan kapal komersial dan militer, kata para sumber yang berbicara dengan syarat anonim.
Trump belum menyetujui rencana Departemen Pertahanan mana pun. Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa peran Pentagon adalah membuat persiapan untuk memberikan “opsi maksimal” kepada panglima tertinggi.




