BOGOR, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Bogor terus menggencarkan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Suryakencana. Meski operasi telah dilakukan beberapa hari sebelumnya, sejumlah PKL masih ditemukan berjualan di sejumlah ruas jalan utama.
PKL tersebut masih beraktivitas di Jalan Bata, Jalan Pedati, Jalan Roda, dan Jalan Lawang Seketeng. Sebagian besar PKL menjajakan sayur-sayuran dan buah-buahan di atas trotoar.
Pemkot Bogor sebelumnya telah melakukan operasi penertiban pada Rabu (25/3/2026) dan dilanjutkan hingga Jumat (27/3/2026) untuk peninjauan ulang.
Baca juga: Pabrik Helm di Rumpin Bogor Terbakar, Damkar Turun Tangan Padamkan Api
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Senin (30/3/2026), patroli kembali dilakukan di sejumlah titik yang sebelumnya telah ditertibkan.
Di Jalan Pedati, tidak ditemukan PKL yang berjualan di trotoar. Sepanjang ruas jalan tersebut hingga Jalan Lawang Seketeng, trotoar tampak difungsikan kembali untuk pejalan kaki.
Namun demikian, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memerintahkan petugas Satpol PP untuk membongkar bangunan semi permanen dari baja ringan yang diduga akan digunakan oleh PKL.
Bangunan tersebut sebelumnya tidak ada saat penertiban dilakukan, sehingga dinilai berpotensi kembali menutup akses jalan umum.
"Berarti kan ini jalan umum, Pak Camat cek ya, ini enggak boleh nih. Tarik aja tarik," kata Dedie di Jalan Pedati, pada Senin (30/3/2026).
Petugas yang berjaga kemudian langsung membongkar rangka atap baja ringan tersebut.
Selanjutnya, rombongan Pemkot Bogor bergerak ke kawasan Lawang Seketeng dan menemukan akses jalan umum yang tertutup, yang dimanfaatkan sebagai gudang penyimpanan kelapa dengan penutup terpal.
Baca juga: Bagian Tubuh Pria di Bekasi yang Dimutilasi dalam Freezer Ditemukan di Bogor
Dedie memberikan isyarat kepada Satpol PP untuk membongkar bangunan tersebut.
Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan penutupan akses jalan lainnya menggunakan terpal oleh PKL, yang kemudian langsung dibongkar.
Relokasi ke Pasar Jambu DuaSementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Jenal Abidin menyatakan, PKL Pasar Bogor dipindahkan ke Pasar Jambu Dua.
"Ke Jambu Dua semua, Jambu Dua semuanya. Ada 1.000 sampai 1.200 daya tampung," kata Jenal di Suryakencana, pada Senin.
Proses relokasi telah dimulai secara bertahap sejak dua hari terakhir. Untuk menarik minat pedagang, Pemkot Bogor memberikan sejumlah insentif, termasuk pembebasan biaya sewa selama tiga bulan pertama.





