KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk meningkatkan kinerjanya usai libur Idul Fitri 1447 Hijriah (H).
Hal tersebut disampaikan Tito saat memberikan amanat dalam kegiatan halalbihalal di Plaza Gedung A, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (30/3/2026).
“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan juga sebagai pimpinan Kemendagri dan BNPP mengucapkan Selamat Hari Raya (Idul Fitri) sekali lagi. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin, dan tentu saya berharap kita akan bekerja lebih baik,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.
Tito menegaskan pentingnya peningkatan kinerja setelah masa libur yang cukup panjang. Ia pun mengapresiasi para pegawai yang tetap menjalankan pelayanan publik selama periode libur, termasuk para kepala daerah yang bersiaga saat hari raya.
Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Kreatif Cegah Ancaman PHK PPPK
Tito mengatakan bahwa dirinya telah menerbitkan surat edaran (SE) agar kepala daerah tidak bepergian ke luar negeri dan tetap siaga sejak satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Lebaran.
“Saya terima kasih kepada rekan-rekan yang telah bekerja saat libur panjang. Kemudian, bagi rekan-rekan yang sudah melaksanakan libur panjang, anggap saja sebagai recharge baterai, lebih sehat, lebih segar untuk menghadapi tugas-tugas yang panjang ke depan,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Tito juga mengingatkan ASN Kemendagri dan BNPP agar terus bekerja keras membantu pemerintah daerah (pemda) serta kementerian/lembaga (K/L), terutama dalam menjalankan program prioritas Presiden.
Program yang dimaksud mencakup pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, penanganan sampah, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, Tiga Juta Rumah, serta pemulihan pascabencana di Sumatera.
Baca juga: Mendagri di Rakornas 2026: Sinergi Pusat-Daerah Optimalkan Program Prioritas Presiden
“Saya juga tidak berhenti, dua minggu yang lalu bersama Bapak Presiden di Aceh, dan minggu yang lalu hampir tiga atau empat hari saya berkeliling ke Sumatera Utara (Sumut), di daerah-daerah bencana di masa liburan,” jelas Tito.
Ke depan, lanjut dia, masih banyak hal yang perlu diantisipasi, khususnya terkait dinamika global yang berpotensi memengaruhi pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan wacana penerapan work from anywhere (WFA) yang akan diumumkan resmi oleh pemerintah. Terlebih, saat pandemi Covid-19 juga ada pengalaman working from home (WFH) yang dapat menjadi referensi.
“Tinggal rekan-rekan harus berpikir. Jangan memikirkan apa yang mau diberikan organisasi ini, Kemendagri-BNPP, kepada rekan-rekan. (Sebaliknya), rekan-rekan harus berpikir apa yang bisa diberikan kepada organisasi ini, tempat rekan-rekan, kita semua, cari makan dan dapat status,” tegas Tito.
Baca juga: Rapat dengan DPR, Mendagri Tito Jelaskan Capaian Kinerja Strategis Kemendagri
Usai memberikan amanat, Tito didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tri Tito Karnavian secara langsung mendatangi para ASN untuk bersalaman satu per satu.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, Wamendagri Bima Arya Sugiarto, Wamendagri Akhmad Wiyagus, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Tomsi Tohir, serta pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemendagri dan BNPP.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




