Evaluasi Macet Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Ini Strategi Menhub

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kemenhub menyatakan, kemacetan parah yang terjadi di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk menjadi bahan evaluasi.

Kemenhub menyatakan, kemacetan parah yang terjadi di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk menjadi bahan evaluasi. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)

IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, kemacetan parah yang terjadi di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk selama periode Lebaran 2026 akan menjadi salah satu poin evaluasi bagi instansi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan, pemerintah telah memetakan sejumlah langkah perbaikan, mulai dari penguatan regulasi hingga kesiapan infrastruktur di lapangan.

Baca Juga:
Penumpang Moda Transportasi Umum Naik 10,87 Persen Selama Angkutan Lebaran 2026 

“Oh tentunya itu menjadi sebuah bahan evaluasi dalam pelaksanaan ke depan,” ujar Dudy dalam konferensi pers Penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran 2026 di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Untuk mencegah penumpukan kendaraan di masa mendatang, Menhub mengidentifikasi tiga fokus utama perbaikan. Pertama, memperkuat penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) agar implementasinya di lapangan lebih sinkron. 

Baca Juga:
Angka Kecelakaan Turun 6,31 Persen Selama Periode Angkutan Lebaran 2026

Kedua, mmenyiapkan kantong parkir yang memadai untuk mengatur ritme kendaraan sebelum masuk ke area pelabuhan. Terakhir meminta operator kapal untuk menyesuaikan ukuran armada guna mempercepat proses angkut.

“Kami sudah bisa memetakan beberapa hal seperti misalnya konsistensi dari pemberlakuan SKB, kemudian juga menyiapkan buffer zone yang memadai sehingga bisa mengatur flow dari kendaraan-kendaraan yang akan memasuki pelabuhan. Dan yang terakhir kami juga mempertimbangkan dan juga akan meminta kepada operator untuk mengganti ukuran dari kapal yang melayani penyeberangan,” tuturnya.

Evaluasi ini menjadi sangat relevan mengingat pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 tercatat sangat tinggi. Total pemudik mencapai 147,55 juta orang, naik 2,53 persen dari proyeksi awal.

Sektor angkutan umum secara keseluruhan juga mengalami pertumbuhan sebesar 10,87 persen menjadi 23,54 juta penumpang. Menhub berharap serangkaian langkah mitigasi ini dapat diimplementasikan dengan baik pada musim mudik berikutnya.

“Harapannya bahwa dengan perbaikan-perbaikan tersebut kita bisa melakukan pelayanan yang lebih baik,” pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Sudah Lama Terapkan WFH, Terbukti Efektif
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
17 Perusahaan Indonesia Pamerkan Perikanan dan Buah Tropis di Wuhan
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Geger Penemuan Mayat dalam Freezer di Kios Ayam Geprek Bekasi, Dua Motor Operasional Hilang
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kebiasaan Sehat yang Bisa Mengubah Hidup
• 5 menit lalubeautynesia.id
thumb
Motoplex Ekspansi ke Makassar, Wali Kota Langsung Tekankan Pajak Kendaraan untuk PAD
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.