Pemprov Jabar Berduka Atas Wafatnya Dokter asal Cianjur akibat Tertular Campak

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

ATAS nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar), Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya dokter muda karena tertular campak saat bertugas di Kabupaten Cianjur.

"Saya sampaikan duka mendalam, itu pengabdian tertinggi dari seorang dokter, meninggal di tempat ketika sedang bertugas. Saya  meminta agar masyarakat semakin waspada akan bahaya campak. Pihak terkait juga harus segera melakukan penanganan KLB campak. Penyakitnya harus segera ditangani dan diawaspadai, apalagi bupatinya seorang dokter," tuturnya.

Untuk diketahui, seorang dokter internship di salah satu RS di Cianjur, Jabar, berinisial AMW (26) meninggal dunia dengan status suspek campak pada Kamis (26/3).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 untuk rumah sakit agar waspada penyakit campak, khususnya bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Kemenkes mencatat hingga pekan ke-11 2026, tercatat 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota. Pada awal tahun, kasus sempat alami lonjakan hingga 2.740 kasus, namun terjadi tren penurunan menjadi 177 kasus. 

Baca juga : Pernah Kena Campak, Aman Seumur Hidup? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui

Kemenkes merespons kondisi tersebut dengan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch-Up Campaign (CUC) Campak di 102 kabupaten/kota dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan. ORI merupakan imunisasi massal darurat untuk menghentikan penyebaran wabah. Sementara, CUC adalah imunisasi yang bertujuan untuk melengkapi status imunisasi yang belum lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, R. VIni Adiani Dewi menyrbut, sudah melakukan koordinasi dengan Kadinkes kabupaten/ kota di Jabar, khususunya di wilayah dengan kejadian campak cukup banyak.

"Kemarin sudah rapat dengan semua Kepala Dinas Kesehatan, saya menyampaikan bahwa harus cepat dilakukan pemetaan, jadi ketika kasusnya meningkat, harus langsung dilakukan CUC bagi orang-orang yang belum diimunisasi campak. Tapi kalau kasusnya banyak itu dilakukan namanya ORI," jelasnya.

Baca juga : Lindungi Tenaga Medis dan Kesehatan, Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Waspada Campak

Menurut Vini,  kegiatan itu kini sedang berlangsung di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya karena adanya peningkatan kasus campak. Sementara wilayah lainnya dilalukan CUC dan ORI berdasarkan temuan kasus per kecamatan, seperti di Cianjur. Kegiatan CUC dan ORI juga segera menyasar 10 kabupaten dan kota lainnya di Jabar secara menyeluruh. Kegiatan imunisasi campak masal secara nasional terakhir dilakukan pada 2022. Selanjutnya, Pemprov Jabar terus melakukan vaksinasi rutin setiap tahun dengan menyasar balita hingga anak dibawah usai 14 tahun.

"Yang belum akan kita kejar imunisasinya karena sekitar 102.000 anak, data hinggga 2025, yang belum diimunisasi secara lengkap. Untuk orang dewasa diharapkan secara mandiri," tandasnya.

Vini berharap masyarakat tidak anti terhadap imunisasi dan vaksinasi campak agar KLB campak tidak lagi terjadi kemudian hari. Menurut ia, wilayah Garut dan Tasikmalaya mengalami kasus campak cukup banyak karena tingkat vaksinasinya yang masih rendah.(AN/E-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gema Kasus Wong Kim Ark, Kebijakan Trump Soal Kewarganegaraan Tuai Sorotan
• 21 jam laludetik.com
thumb
10 Produsen Garam Terbesar di Dunia: Maaf, RI Masih Jauh
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tanda Penggunaan Paylater Tak Lagi Sehat dan Tips Bijak agar Tak Terjerat Utang
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Dukung Kebutuhan Masyarakat Pasca Idulfitri, Pinang Flexi Bank Raya Tawarkan Solusi Keuangan Praktis
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemuda Antar Desa di Bua-Luwu Tawuran di Perempatan Traffick Light, Brimob Amankan Sembilan Pelaku
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.