Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono memaparkan sejumlah target pembangunan IKN, mulai dari luas Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang terbangun hingga nilai investasi swasta.
“Terdapat beberapa indikator dalam Perpres 117 tahun 2025 tersebut dan target yang telah dituangkan juga ke dalam rencana strategis Otorita IKN 2025-2029 di antaranya, pertama adalah target area kawasan inti pusat pemerintahan dan sekitarnya yang terbangun seluas 850 sampai 1.100 hektar. KIPP sendiri adalah 6.600 hektar,” ujar Basuki saat rapat dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3).
Selain itu, pemerintah juga menargetkan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN dalam jumlah signifikan. “Kedua, target jumlah pemindahan ASN di IKN sebanyak 1.700 sampai 4.100 ASN. Nilai investasi sektor swasta di IKN sebesar Rp 70 triliun,” lanjutnya.
Basuki menjelaskan untuk mencapai target tersebut, Otorita IKN telah menetapkan sejumlah kegiatan prioritas pada 2026 yaitu perencanaan pembangunan kawasan dan pembinaan ASN meliputi perencanaan ruang dan pembangunan gedung perkantoran legislatif, yudikatif, dan sarana prasarana pendukung, pembangunan hunian vertikal.
“Baik kemudian pembangunan aksesibilitas dan konektivitas, termasuk pembinaan ASN ke IKN serta penyelenggaraan sistem pemerintahan cerdas atau smart city,” ujar Basuki.
Basuki menuturkan pembangunan IKN juga akan difokuskan pada penguatan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, hingga peningkatan investasi.
“Peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlindungan hutan dan sumber daya alam, penanggulangan bencana dan pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan di IKN,” tutur Basuki.
***
Reporter: Nasywa Permana





