Perang yang dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sudah berlangsung sebulan. Hingga kini, belum ada tanda-tanda perang tersebut akan berakhir.
Dirangkum detikcom, Minggu (29/3/2026), AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu menewaskan Pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan fasilitas militer AS di negara-negara Teluk. Iran juga melakukan kontrol ketat di Selat Hormuz yang memicu harga minyak dunia melonjak tinggi.
Sejak saat itu, korban tewas terus bertambah. Dilansir Al-Jazeera, tercatat lebih dari 1.900 orang tewas dan lebih dari 24.800 orang terluka di Iran akibat serangan AS dan Israel.
Sementara itu, 13 orang tentara AS tewas akibat serangan balasan Iran. Serangan balasan Iran juga melukai 200 tentara AS.
Di Israel, terdapat 19 orang yang tewas dan 5.400 orang terluka sejak perang pecah. Korban tewas dan terluka juga terdapat di berbagai negara Teluk.
Sebulan berlalu, belum ada tanda-tanda perang akan berhenti. Terbaru, AS bahkan menambah pasukan mereka di Timur Tengah dan dikabarkan bersiap melakukan invasi darat ke Iran.
(haf/haf)





