Silaturahmi Idul Fitri dengan Sultan, Tradisi Istimewa Warga Yogyakarta

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Ribuan warga menghadiri acara silaturahmi Idul Fitri dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Kota Yogyakarta, Senin (30/3/2026). Bagi warga Jogja, acara ini sangat istimewa karena gubernur juga Raja Keraton Yogyakarta.

Rona wajah Siti Fatimah (46) semringah. Ibu rumah tangga itu baru saja selesai menjalani “tradisi” pribadinya yang dilakukan setiap tahun, yakni bersilaturahmi Idul Fitri dengan Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta.

“Senang bisa silaturahmi langsung dengan Sri Sultan dan Kanjeng Ratu. Setiap tahun saya tidak pernah absen, kecuali tahun lalu karena memang tidak diadakan,” kata Siti.

Perjuangan Siti tidak bisa dibilang ringan untuk menunaikan tradisinya itu. Tahun ini, dia bersama tiga temannya mempersiapkan diri sejak subuh. Mereka kemudian berangkat dengan sepeda motor dari rumah di Kecamatan Manding, Kabupaten Bantul, DIY, tepat pukul 06.00 WIB.

Acara silaturahmi yang digelar di Bangsal Kepatihan Kantor Gubernur DIY di kawasan Malioboro itu sebenarnya baru dimulai pukul 10.00 WIB. Namun, Siti yang setiap tahun mengikuti acara itu sudah mafhum untuk berangkat sepagi mungkin demi menghindari antrean panjang.

Prediksi Siti pun terbukti tepat. Saat tiba di Kompleks Kepatihan, Siti dan ketiga temannya menjadi warga pertama yang hadir.

Namun, tak lama kemudian, warga lain bergelombang datang dan membentuk antrean di belakangnya yang mengular hingga keluar Kompleks Kepatihan.

Saya gembira. Pak Sultan orangnya ramah dan baik dengan rakyat.

Setelah menunggu selama 3,5 jam hingga gerbang Bangsal Kepatihan dibuka pukul 10.00 WIB, Siti dan barisan warga dipersilakan memasuki area bangsal. Acara yang ditunggu-tunggu itu pun dimulai.

Di bangsal tersebut, Sultan HB X didampingi sang istri, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, menyambut warga. Turut pula Wakil Gubernur DIY Paku Alam X beserta istri, Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Paku Alam X. Keempat sosok tersebut menyalami warga satu per satu.

Siti mengungkapkan kegembiraannya setelah bisa berjabat tangan dengan sosok-sosok istimewa tersebut. “Saya gembira. Pak Sultan orangnya ramah dan baik dengan rakyat,” katanya.

Dia pun berharap silaturahmi itu membawa kebajikan tersendiri bagi daerah. “Harapannya rakyat Yogyakarta semakin makmur, dilimpahi berkah, dan dijauhkan dari segala keburukan,” tutur Siti.

Baca JugaSilaturahmi Lebaran, Generasi Muda Tetap Memperjuangkan Perjumpaan Fisik

Lain lagi dengan Oni (56), warga Kota Yogyakarta, yang baru kali ini mengikuti silaturahmi dengan Sultan. Lelaki yang tiba di Kepatihan sejak pukul 08.30 WIB itu pun rela antre panjang berjam-jam demi kesempatan tersebut.

“Saya pengin bisa jabat tangan dengan Sultan. Selama ini belum pernah. Jadi, walaupun harus antre lama, tidak apa-apa, karena memang sudah diniatkan pengin bertemu langsung dengan Sultan,” ujar Oni yang datang bersama keluarganya.

Bagi Oni, Sultan adalah pemimpin yang mengayomi seluruh rakyatnya. Dia pun meyakini ada berkah tersendiri yang bisa diperoleh dengan bersilaturahmi langsung itu.

“Semoga Sultan selalu sehat dan rakyat Yogyakarta guyub rukun selalu,” ucapnya.

Hal serupa juga diungkapkan Sukamto (40), warga Kabupaten Kulon Progo, DIY. Ini merupakan kali kedua dia datang silaturahmi setelah dua tahun lalu.

Baca JugaSultan HB X Cerita Kenakalan di Keraton

“Rasa capek karena mengantre panjang pasti ada, tapi semua ini dibayar dengan rasa gembira karena bisa bertemu dan bersalaman dengan Sultan,” ujarnya.

Setelah bersilaturahmi, warga dipersilakan menikmati hidangan angkringan dan berbagai kuliner UMKM yang disediakan Pemda DIY secara cuma-cuma. Momen silaturahmi Idul Fitri ini juga digabungkan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-271 DIY.

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, sebanyak 70 gerobak UMKM dilibatkan dalam acara silaturahmi ini. Hal tersebut menjadi bagian dari semangat menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Made pun bersyukur melihat antusiasme tinggi masyarakat dalam mengikuti acara tahun ini. Momentum ini banyak dinantikan warga karena tahun lalu tidak diadakan. “Diperkirakan sebanyak 5.000-10.000 orang yang hadir hari ini,” katanya.

Baca JugaKeistimewaan Yogyakarta Perlu Dibumikan

Pedagang UMKM yang dilibatkan pun merasa gembira karena kecipratan rezeki. Wisnu (33), salah satu penjual dawet, misalnya, mendapat pesanan 400 gelas dari panitia untuk acara tersebut.

Jumlah itu setara dengan volume dagangannya selama empat hari. “Alhamdulillah. Saya menyiapkan dawet sejak malam hari untuk acara ini,” ujarnya.

Sugiyono (50), salah satu koordinator UMKM, mengatakan, pihaknya menghadirkan 15 gerobak angkringan, dua gerobak minuman, dan satu gerobak gorengan. Total sajian yang disiapkan sebanyak 2.250 bungkus nasi kucing dengan berbagai pilihan lauk, 620 gelas minuman, dan 500 biji gorengan.

“Pekerja yang terlibat untuk menyiapkan berbagai sajian itu sekitar 50 orang. Alhamdulillah bisa menggerakkan UMKM,” ucap Sugiyono.

Tradisi bersilaturahmi warga dengan Sultan Hamengku Buwono X kembali menebar kebahagiaan. Tidak hanya saling bermaaf-maafan, kesempatan ini ikut meningkatkan ekonomi pelaku usaha.

Baca JugaSilaturahmi Lebaran di Era Digital

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Antusiasme Suporter Dukung Timnas Indonesia Lawan Bulgaria
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
NTB Siapkan 30 Ribu Sapi untuk Kebutuhan Kurban Jabodetabek
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Warga Tambora Bentangkan Spanduk Tolak TPS Sampah di Pinggir Jalan
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Penumpang Moda Transportasi Umum Naik 10,87 Persen Selama Angkutan Lebaran 2026 
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Desain WFH Berbasis Dampak
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.