JAKARTA, KOMPAS.com - Warga di wilayah Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat membentangkan spanduk penolakan terhadap tempat penampungan sementara (TPS) sampah di sisi Jalan Kalianyar IX.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, terdapat spanduk penolakan warga yang ditulis di atas kain hitam dan putih di sisi jalan yang sempat ditumpuki sampah.
"Warga RT 11 dan 12 menolak aktivitas TPS (Tempat Penampungan Sementara) di sini. Kami ingin hidup sehat, jangan cemari lingkungan kami. 10 tahun menahan bau busuk," tulis spanduk tersebut.
Baca juga: Perbaikan Jalan di Bekasi Tertunda, Wali Kota Minta Warga Bersabar
Meski demikian, tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung di sepanjang jalan di sisi Kanal Banjir Barat (KBB) kini sudah tidak terlihat.
Terlihat satu unit truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta sedang beroperasi mengangkut sisa sampah dari sejumlah gerobak dan mobil bak terbuka.
Namun, warga mendesak pemerintah daerah agar menyediakan TPS yang layak sehingga bahu jalan tidak lagi dialihfungsikan sebagai lokasi pembuangan sampah.
Ketua RT 12 RW 01 Kalianyar, Toyib, membenarkan bahwa pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk protes warganya terhadap Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
"Iya, itu memang warga yang pasang karena kemarin protes sampah itu lama sekali diangkutnya dan jelas mengganggu warga, bahkan juga bikin macet karena kan itu lokasinya nutupin jalan," ujar Toyib saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (30/3/2026).
Toyib menyebut, meski tumpukan sampah sisa Lebaran sudah diangkut, spanduk tetap dibiarkan terpasang karena akar masalahnya belum terselesaikan, yaitu tak adanya lahan TPS yang layak.
Spanduk itu dibentangkan dengan tujuan mencegah adanya pihak-pihak yang kembali menggunakan bahu jalan sebagai penampungan sampah.
"Warga kami memang menolak kalau sampah dibuang di situ lagi. Karena itu di jalan, bukan tempatnya, kalau tidak dikasih spanduk nanti balik lagi," ujarnya.
Baca juga: Sampah Menumpuk Sepanjang 15 Meter di Jatiuwung Tangerang, Makan Badan Jalan
Dampak Longsor di BantargebangToyib mengakui kondisi menumpuknya sampah di pinggir jalan yang membentang dari arah Season City menuju Roxy ini bukanlah kondisi normal.
Penumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan ini hanya terjadi pada rentang waktu akhir bulan Ramadhan hingga saat libur Lebaran.
"Penumpukan kemarin itu lantaran kejadian di Bantar Gebang. Bahkan sempat ada instruksi dari Dinas Lingkungan Hidup kepada warga pada tanggal 8 Maret untuk tidak membuang sampah sementara," ungkap Toyib.
Setelah viral, dan dikeluhkan warga, kata Toyib, penanganan pun akhirnya dilakukan beberapa hari usai Lebaran, tepatnya pada 24 hingga 25 Maret 2026.





