Intiland (DILD) Raih Pendapatan Rp2,46 Triliun pada 2025

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatat pelemahan kinerja sepanjang tahun lalu dengan pendapatan dan laba bersih terkoreksi.

PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatat pelemahan kinerja sepanjang tahun lalu dengan pendapatan dan laba bersih terkoreksi. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatat pelemahan kinerja sepanjang tahun lalu. Pendapatan usaha dan laba bersih perusahaan properti tersebut kompak turun.

Dalam laporan keuangan yang dikutip Senin (30/3/2026), pendapatan usaha Intiland turun 3,5 persen menjadi Rp2,46 triliun. Segmen penjualan perumahan, kawasan industri, dan high rise menyumbang Rp1,51 triliun dan segmen pendapatan dari hotel hingga perkantoran memberikan kontribusi Rp948 miliar.

Baca Juga:
Intiland (DILD) Targetkan Utang Tersisa Rp3,5 Triliun pada Akhir 2025

Profitabilitas Intiland sebetulnya meningkat, tercermin dari laba kotor yang naik 22,4 persen menjadi Rp961 miliar dengan margin 39 persen, lebih tinggi dari 2024 yang sebesar 31 persen. Begitu juga dengan laba usaha yang mencapai Rp672 miliar, naik 48 persen.

Kenaikan margin itu terutama ditopang penurunan beban pokok penjualan (COGS) dan beban operasional yang mencakup beban penjualan serta beban umum dan administrasi. 

Baca Juga:
Intiland (DILD) Lunasi Sukuk Ijarah Tahap II 2022 Senilai Rp250 Miliar

Namun, perseroan menghadapi beban bunga yang mencapai Rp371 miliar dan kerugian atas penurunan nilai aset sebesar Rp462 miliar. Alhasil, laba bersih turun tajam hingga 63,4 persen menjadi Rp64 miliar. Margin laba bersih juga ikut turun dari 7 persen menjadi 3 persen.

Sepanjang tahun lalu, Intiland membukukan angka prapenjualan (marketing sales) Rp1,61 triliun, terealisasi 80 persen dari target awal Rp2,00 triliun. Marketing sales tersebut dikontribusikan dari segmen kawasan perumahan Rp831 miliar, kawasan industri Rp638 miliar, dan Mixed Use & High Rise Rp139 miliar.

Aset Intiland tercatat turun 4,3 persen menjadi Rp13,1 triliun. Sementara ekuitas meningkat 0,6 persen menjadi Rp6,79 triliun.

Hingga akhir 2025, Intiland memiliki cadangan tanah alias landbank sebesar 2.200,1 hektare (ha) yang tersebar di Surabaya, Jawa Timur hingga Maja, Banten. Persediaan tanah yang sudah dikembangkan baru sekitar 172,1 ha.

Sementara cadangan lahan yang belum dikembangkan alias undeveloped landbank sekitar 2.028 ha. Landbank tersebut dinilai rahcukup untuk pengembangan sampai 20 tahun ke depan.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Subianto Janji Beri Respons Cepat Atasi Kendala Investasi di Indonesia
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Api dari Dalam atau Angin dari Luar? Mengenal Motivasi Internal dan Eksternal
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Jaktim Kembali Macet Usai Libur Lebaran
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Meta PHK Ratusan Pegawai, Para Petingginya Justru Dapat Bonus
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Ummat Sulawesi Barat Dukung Syamsul Samad sebagai Calon Wakil Gubernur Dampingi SDK
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.