Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Jasa Marga akan melakukan evaluasi terkait tempat istirahat atau rest area di jalan tol, yang menjadi salah satu penyebab kemacetan selama arus mudik/balik Lebaran 2026.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan, sejatinya kepadatan di jalan tol masih sesuai dengan yang sudah diperkirakan. Rata-rata waktu tempuh dari arah Barat ke Timur di tol Trans Jawa maupun sebaliknya pun berada di atas 81 km/jam.
“Hanya memang keberadaan rest area kemudian flow di rest area perlu kami evaluasi untuk tahun-tahun ke depan,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).
Berkaca dari kemacetan yang terjadi pada arus balik pekan lalu, dilakukan kebijakan jalan satu arah atau one way dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga Cikampek Utama.
Dudy juga menyampaikan, untuk mengurai kepadatan di ruas Tol Trans Jawa, Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek telah ditutup sementara atas diskresi Kepolisian. Sebagai alternatif, pemudik dapat memanfaatkan rest area lainnya seperti Rest Area KM 42B dan KM 19B.
Lonjakan tercermin dari kendaraan yang keluar wilayah Jabodetabek melonjak sebesar 4% dari periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga
- Jasa Marga Catat 3,2 Juta Kendaraan Lintasi Tol Nusantara Saat Lebaran 2026
- Arus Balik, Jasa Marga Catat 1,9 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jabodetabek
- Jasa Marga Catat 1,7 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jabodetabek
Kemenhub mencatat sepanjang 17 hari masa Angkutan Lebaran 2026 (13—29 Maret), terdapat 1,50 juta kendaraan keluar Jabodetabek menuju arah Timur (Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur) dan sebanyak 1,30 juta kendaraan masuk Jabodetabek dari wilayah tersebut.
Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) juga mendukung pemberlakuan sistem buka tutup Rest Area KM 62B Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta berdasarkan diskresi Kepolisian.
Pasalnya, jumlah pemudik yang beristirahat melampaui kapasitas rest area tersebut sehingga terjadi kepadatan untuk masuk dan keluar area peristirahatan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan, memang kemacetan paling padat pada arus mudik terjadi di Tol Layang MBZ sampai dengan rest area KM 57.
Meski telah ada imbauan terkait lama waktu istirahat sebaiknya maksimal 30 menit, Rivan tak menampik bahwa pihaknya tidak dapat memaksakan hal tersebut kepada para pemudik. Terlebih, para pengguna mobil listrik yang harus melakukan pengisian daya.
“Walaupun rest area ini kan harus dengan pihak lainnya. Kemarin Menteri PU ke kantor dengan Kepala BPJT, kami juga mengusulkan, Pak mari kita evaluasi bersama-sama di KM 57 dan 62," ungkapnya.
Padahal, lanjut Rivan, KM 57 menjadi rest area dengan kapasitas kendaraan terbanyak, yakni mencapa 1.400 kendaraan.
Untuk itu, dirinya akan mengajak para pemilik rest area untuk meninjau kembali arus keluar masuk kendaraan dan kantong-kantong parkir.
“Ketika masuk bukan berarti harus ketemu restoran. Misalkan kantong parkir dulu. Nah ini kami evaluasi kemarin dengan Kepala BPJT. Sekarang yang lebih penting untuk menambahkan kembali walaupun memang kepadatannya hanya di musim-musim Lebaran,” tuturnya.
Selain memang lonjakan jumlah kendaraan dan rest area, nyatanya keberadaan truk sumbu tiga turut memberikan andil terhadap terbatasnya kecepatan kendaraan pribadi di ruas Tol Jakarta—Cikampek.
Meski demikian, hal tersebut dapat segera teratasi dan kepadatan dapat terurai, sehingga lalu lintas kembali normal.





