Australia Gratiskan Transportasi Umum Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Dua negara bagian Australia memutuskan untuk menggratiskan layanan transportasi umum agar warga berhenti menggunakan kendaraan pribadi. Langkah ekstrem ini diambil seiring melonjaknya harga bahan bakar minyak akibat perang yang pecah di Timur Tengah.

Negara bagian Victoria, mengumumkan bahwa perjalanan akan digratiskan sepanjang bulan April 2026.

"Sementara itu, Tasmania melangkah lebih jauh dengan membebaskan biaya bagi penumpang mulai hari Senin hingga akhir Juni 2026 mendatang," tulis laporan BBC seperti yang dikutip kumparan, Senin (30/3).

Lonjakan harga bahan bakar ini dipicu oleh perang antara Amerika Serikat serta Israel melawan Iran, yang menyebabkan penutupan efektif Selat Hormuz.

Selat ini merupakan jalur vital bagi 20 persen pasokan minyak dan gas alam dunia. Akibat blokade total di perairan tersebut, pemerintah di seluruh dunia mulai menerapkan langkah-langkah darurat untuk menghemat bahan bakar.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, sempat berusaha menenangkan masyarakat pada hari Jumat setelah muncul laporan mengenai aksi borong bahan bakar yang menyebabkan banyak stasiun pengisian bahan bakar kehabisan stok.

Gubernur Victoria, Jacinta Allan, menyatakan bahwa kereta, trem, dan bus akan digratiskan mulai hari Selasa untuk mengurangi tekanan pada permintaan bensin.

Respon Berbeda di Negara Bagian Lain

Meski Victoria dan Tasmania sudah bergerak, negara bagian lain seperti New South Wales, tempat kota Sydney berada, masih menahan diri.

Menteri Transportasi New South Wales, John Graham, mengisyaratkan bahwa pihaknya lebih memilih menyimpan cadangan dana untuk menghadapi lonjakan permintaan transportasi umum di masa depan.

"Mengingat situasi perang ini diprediksi akan berlangsung lama," kata dia.

Australia Selatan turut menyatakan bahwa mereka sedang memperbanyak jumlah kartu perjalanan bagi lansia sembari menanggung lonjakan biaya bahan bakar.

Sementara itu, seorang juru bicara untuk Queensland, dalam komentarnya kepada SBS News, merujuk pada kebijakan tarif transportasi tetap sebesar 50 sen yang telah mereka perkenalkan pada Februari 2026 lalu.

Uniknya, Gubernur Australia Barat, Roger Cook, memilih pendekatan yang lebih santai dengan menyebutkan bahwa tarif di wilayahnya sudah sangat rendah.

Ia bahkan berkelakar bahwa terakhir kali tarif transportasi umum semurah itu adalah pada era tahun delapan puluh, saat penyanyi Rick Astley masih berada di puncak tangga lagu.

Berdasarkan data dari Institut Perminyakan Australia, harga rata-rata bensin di Australia kini telah melonjak menjadi 2,38 dolar Australia per liter dari 2,09 dolar Australia pada bulan lalu.

Pemerintah menegaskan bahwa masalah utama bukanlah ketersediaan pasokan, melainkan kenaikan tajam harga minyak di pasar internasional yang berdampak langsung pada harga bahan bakar turunan.

Situasi serupa juga terjadi di berbagai belahan dunia lainnya. Misalnya Mesir memerintahkan agar Toko, restoran, dan kafe tutup lebih awal, serta pegawai non-esensial diminta bekerja dari rumah satu hari dalam sepekan.

Berikutnya pemerintah Ethiopia meminta instansi negara meliburkan staf non-esensial untuk mengurangi mobilitas perjalanan kerja.

Serta Filipina telah menetapkan status darurat nasional dengan memberikan subsidi bagi pengemudi transportasi, mengurangi layanan kapal feri, serta menerapkan empat hari kerja dalam sepekan bagi pegawai negeri sipil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RKAB, HPM, dan Pajak Ekspor Jadi Sentimen Penentu Arah Saham Nikel
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Celine Dion Siap Kembali Gelar Konser Meski Diharuskan Duduk saat Tampil
• 2 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Adu Dentum Meriam Penjaga Silaturahmi
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Pemberitaan Sebut Nama Fahd El Fouz A Rafiq Terlibat Dugaan Pengeroyokan Dibantah Keras
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Kevin Diks yakin timnas Indonesia akan kalahkan Bulgaria
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.