Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan realisasi pergerakan angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 147,55 juta orang di seluruh Indonesia.
Ia mengungkapkan, "Untuk perjalanan selama Lebaran, jumlah orang yang melakukan perjalanan adalah sebesar 147,55 juta orang, terjadi kenaikan sebesar 2,53 persen dari survei yang kami lakukan sebesar 143,92 juta orang."
Realisasi tersebut lebih tinggi sekitar 2,53 persen dibandingkan hasil survei awal yang memproyeksikan 143,92 juta orang melakukan perjalanan.
Kenaikan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026 di berbagai wilayah Indonesia.
Survei dan Faktor Kenaikan PergerakanSurvei dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bersama Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung, Badan Pusat Statistik, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.
Sebanyak sekitar 55.000 responden dari berbagai daerah dilibatkan dalam survei tersebut untuk memetakan potensi pergerakan masyarakat menjelang Idul Fitri.
Hasil survei awal memproyeksikan 143,92 juta orang akan melakukan perjalanan, namun realisasi di lapangan melampaui angka tersebut.
Perbedaan antara hasil survei dan realisasi dipengaruhi berbagai faktor dan pertimbangan masyarakat dalam memutuskan perjalanan.
Kementerian Perhubungan menyatakan faktor-faktor tersebut akan dievaluasi lebih lanjut guna memahami dinamika perilaku masyarakat saat Lebaran di masa mendatang.
Kelancaran Arus dan Penurunan KecelakaanPemerintah telah mengantisipasi lonjakan pergerakan dengan berbagai kebijakan serta penguatan layanan transportasi untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
Penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 secara umum berjalan baik tanpa gangguan signifikan.
Mobilitas masyarakat selama periode Lebaran berlangsung lancar di berbagai jalur transportasi.
Tingkat kecelakaan selama periode Lebaran juga dilaporkan mengalami penurunan meskipun tidak dirinci jumlahnya.
Penurunan tersebut menunjukkan adanya peningkatan aspek keselamatan transportasi nasional selama periode angkutan Lebaran.
Keberhasilan ini didukung kerja sama berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan operator transportasi di berbagai sektor.
Menteri Perhubungan juga menyampaikan apresiasi kepada media yang berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan terencana.
Masyarakat dinilai turut berperan penting dengan mematuhi arahan petugas di lapangan sehingga membantu menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
Ia menambahkan, “Seluruh petugas yang ada di lapangan bekerja tidak mengenal lelah, tanpa istirahat, mengorbankan waktu selama Lebaran, meninggalkan keluarga, bekerja sepenuh hati untuk melayani masyarakat. Terima kasih atas dedikasinya yang sangat tinggi untuk melayani masyarakat.”




