Kadin Jatim Dorong Pentingnya Sertifikasi Kompetensi

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Masrul Fajrin

TVRINews, Surabaya

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersama Kadin Institute dan PT Media Hati menggelar Halal Bihalal bertajuk “Transformasi Diri dalam Bingkai Silaturahmi: Bekerja dengan Hati, Melayani Sesuai Kompetensi” di Surabaya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Idulfitri, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sertifikasi kompetensi di kalangan pelaku industri.

Ketua Umum Kadin Provinsi Jawa Timur Adik Dwi Putranto, mengatakan kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi di tengah ketidakpastian global yang berdampak pada dunia usaha dan ketenagakerjaan.

“Apalagi di tengah situasi global seperti ini, kita ingin mempererat silaturahmi, kolaborasi, dan memperkuat konsolidasi,” ujar Adik, Senin, 30 Maret 2026.

Adik menilai, tantangan global saat ini menuntut dunia industri untuk lebih adaptif, terutama dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten. Menurutnya, keberhasilan program hilirisasi yang menjadi fokus pemerintah, baik di sektor pangan maupun energi, sangat ditentukan oleh kualitas SDM.

“Kalau program pemerintah jelas di hilirisasi, baik bidang pangan dan energi. Hilirisasi ini 60-70 persen ditentukan oleh sumber daya manusia,” kata Adik.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Sumber Daya Manusia dan Tenaga Kerja Kadin Provinsi Jatim sekaligus Direktur Kadin Institute Nurul Indah Susanti menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Nurul menyebut, kegiatan ini menjadi sarana untuk mendorong dan memotivasi pelaku industri agar lebih aktif menyelenggarakan sertifikasi bagi karyawannya.

“Tujuannya untuk mendongkrak, mendorong, dan memotivasi pelaku industri agar melaksanakan sertifikasi kompetensi. Ini sangat penting, karena ketika tenaga kerja memiliki kompetensi teknis, produktivitas akan meningkat. Dan momen saat inilah kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk membangun Jawa Timur bersama-sama” ujarnya.

Lebih lanjut, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Miftahul Aziz, menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Ia mengungkapkan, dari 67 negara, posisi Indonesia masih berada di peringkat ke-46.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” kata Miftahul.

Ia menambahkan, kolaborasi antara dunia industri, lembaga sertifikasi profesi (LSP), dan asesor menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut, khususnya di Jawa Timur. Miftahul juga menekankan adanya persoalan skill gap serta belum optimalnya keterkaitan (link and match) antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

“Tantangan kita dalam ketenagakerjaan adalah adanya skill gap dan link and match. Karena itu, asesor kompetensi harus terus meningkatkan kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen. Dan kita juga harus lihat perkembangan jenis-jenis pekerjaan di bidang green job, termasuk di bidang teknologi,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skenario Serangan Darat ke Iran Sudah Disiapkan, Trump Masih Ragu?
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemarau Datang, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla dan Polusi Udara
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terpopuler, Prabowo di Jepang hingga pemberangkatan haji sesuai jadwal
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Emosi Para Korban Investasi Bodong Geruduk Rumah Pelaku di Tenjo Bogor
• 21 jam laludetik.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Bangun di Atas Jam 9 Pagi Menurut Ilmu Psikologi
• 7 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.