Soroti Tender yang Hasilkan Mutu Tidak Layak, Dedi Mulyadi Minta Anggaran Dipakai Bangun Trotoar Estetik

grid.id
14 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi minta anggaran dipakai bangun trotoar menyita perhatian publik. Pasalnya hal itu imbas dirinya yang menyoroti pihak tender lama.

Yang menurut Gubernur Jawa Barat itu melakukan pekerjaan proyek dari pemerintah dengan mutu yang tidak layak. Hal ini bahkan disampaikan Dedi Mulyadi saat berdialog langsung dengan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Mulanya, Dedi Mulyadi menaruh perhatian besar ke bidang percepatan infrastruktur. Yang mana tidak melulu terkait fungsi.

Namun juga harus memiliki nilai estetika dan mutu pekerjaan yang tinggi agar hasilnya benar-benar memberi dampak jangka panjang. Itulah sebabnya, Dedi meminta sejumlah dinas ikut turun tangan.

Yakni seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), hingga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Tak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi juga memberikan arahan tegas mengenai kualitas tender.

Dimana selama ini, Dedi melihat banyak pekerjaan dari para tender dengan mutu rendah dan tidak layak. Oleh karenanya, Dedi meminta agar pihak tender yang seperti itu tidak kembali mendapat proyek serupa di masa mendatang.

“Orang-orang yang pekerjaannya tidak baik, tidak berkualitas, jangan dikasih kesempatan lagi. Berilah kesempatan pada yang punya kualitas, tepat waktu, dan bertanggung jawab,” beber Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Senin (30/3/2026).

Sebaliknya, Dedi Mulyadi minta anggaran dipakai untuk membangun trotoar saja. Yang termasuk dalam visi mendorong wajah Jawa Barat agar memiliki tampilan identitas yang kuat.

Yang terwakili dari fasilitas publik yang tertata rapi dan menarik (estetik). Lebih lanjut, Dedi mengarahkan pembangunan trotoar berkualitas menggunakan material pabrikan, lengkap dengan fasilitas duduk serta shelter yang diberi nama khas Sunda, yakni Pangiuhan.

“Jangan pakai bahasa asing terus, tulis saja ‘Pangiuhan’ (tempat berteduh).

Di setiap depan SMA, SMP, bahkan SD di jalan provinsi, buatkan trotoar yang bagus, ada kursinya untuk anak-anak sekolah duduk,” imbuh Dedi Mulyadi.

 

Terakhir, usai Dedi Mulyadi minta anggaran dipakai bangun trotoar estetik, Gubernur Jawa Barat itu memiliki rencana penataan ruang yang lebih luas. Ia ingin secara bertahap membongkar bangunan di tepi jalan yang menghalangi panorama alam seperti laut, hutan, maupun sungai.

Serta anggaran dari dana pajak kendaraan dinas yang mencapai miliaran bisa dialihkan untuk kebutuhan yang bisa dirasakan masyarakat, seperti pembangunan-pembangunan fasilitas umum.

“Provinsi kita harus cerdas. Jangan sampai anggaran hanya berputar di situ-situ saja untuk hal administratif. Lebih baik dipakai buat bangun trotoar yang ada lampunya dan tamannya,” tandas Dedi Mulyadi dikutip dari Kompas.com. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemensos Salurkan Bantuan Atensi untuk 100 Warga Rentan di Kota Serang Senilai Rp172 Juta
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Cara Aman dan Efektif Mengatasi Pigmentasi Kulit, dari Skincare Harian hingga Teknologi Klinik Modern
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Korea Selatan Akan Sediakan Pembalut Gratis untuk Perempuan di Ruang Publik
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Timnas Futsal Indonesia Mulai Regenerasi Pemain di Piala AFF 2026: Misi Besar Menembus Piala Dunia 2028 dan 2032
• 20 menit lalubola.com
thumb
Polisi Buru 2 Rekan Pimpinan Mafia Asal Skotlandia yang Ditangkap di Bali
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.