Korea Selatan Akan Sediakan Pembalut Gratis untuk Perempuan di Ruang Publik

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Korea Selatan segera memulai program baru untuk penduduk perempuan di pertengahan 2026. Mulai Juli mendatang, Korsel akan menyediakan pembalut gratis di berbagai fasilitas umum. Pembalut ini akan bisa diambil oleh seluruh perempuan di Korsel.

Dikutip dari Chosun, program ini dicanangkan oleh Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan. Pembahasan program dilangsungkan dalam rapat kabinet di Blue House, Selasa (10/3) lalu.

Lewat program awalan bernama “Public Menstrual Product Dream” ini, pemerintah pusat akan menghadirkan mesin penyedia pembalut gratis di berbagai fasilitas umum, seperti pusat komunitas, pusat kesehatan, hingga perpustakaan. Sementara itu, di daerah-daerah perdesaan atau pesisir, mesin ini akan disediakan di balai desa untuk meningkatkan keterjangkauan.

“Kementerian akan memilih 10 daerah untuk program awal dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah populasi dan program lainnya yang sudah berjalan,” ucap Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga, Won Min-kyung, sebagaimana dilansir The Korea Times.

Ini adalah program pembalut gratis pertama yang dilaksanakan Pemerintah Korsel. Program ini akan bisa menjangkau seluruh perempuan di daerah yang dituju, tanpa memandang usia dan penghasilan.

Sebelumnya, pemerintah setempat sudah memiliki program subsidi pembalut untuk perempuan kurang mampu dalam kelompok usia 9–24 tahun. Program subsidi ini berupa pemberian kupon bulanan senilai 14 ribu won (Rp 155 ribu) untuk pembelian pembalut.

Pemerintah Korsel menganggarkan dana sebesar 3 miliar Won (setara dengan Rp 33 miliar) untuk pembelian pembalut dan pemasangan mesin penyedia. Mereka juga berencana untuk memperluas cakupan program ini ke seluruh wilayah negara mulai tahun depan.

Won Min-kyung juga meminta Kementerian Pendidikan untuk membantu penyediaan pembalut gratis di sekolah-sekolah agar bisa dijangkau dengan mudah oleh para siswi.

Program ini dicanangkan usai Presiden Korsel Lee Jae-myung memprotes harga pembalut di Korsel yang terlalu mahal. “Produk menstruasi di negara kita tampaknya 40 persen lebih mahal dibandingkan di luar negeri,” ucap Lee pada 20 Januari lalu, dilansir Chosun.

Dilaporkan Straits Times, harga pembalut yang terlalu tinggi bahkan membuat banyak perempuan Korsel memilih memakai popok saat menstruasi. Harga popok dinilai lebih murah daripada pembalut. Di Korsel, harga rata-rata satu buah pembalut mencapai 241 Won atau setara dengan Rp 2,6 ribu.

Seorang pejabat Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga mengungkap, dalam sebuah survei terhadap 1.000 perempuan Korsel, 69 persen responden mengaku harga pembalut cukup memberatkan bagi mereka. Setelah Presiden Lee mengkritik harga pembalut yang dinilai terlalu tinggi, peritel ternama seperti Coupang dan Daiso menjual pembalut dengan harga 100 Won (Rp 1,1 ribu) per buahnya.

Dikutip dari Chosun, sejumlah pihak mengkritik program pemerintah ini. Menurut mereka, penyediaan pembalut gratis untuk perempuan yang bukan termasuk kelompok rentan tidak perlu dilakukan. Anggaran pemerintah lebih baik diarahkan untuk mendukung kelompok-kelompok rentan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis ISTIQOMAH CINTA SCTV Episode 51, Hari Ini Selasa 31 Maret 2026: Tragedi di Rooftop Cafe: Niat Jahat Yuda Berujung Jatuhnya Alika
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kasasi Ditolak dalam Waktu Sehari, Nikita Mirzani Kecewa Tapi Siap Bangkit Perjuangkan Keadilan
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Menteri ATR dorong transformasi digital pelayanan pertanahan
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
PLN Perkuat Pengamanan Lebaran Ketupat, Operasi Grebeg Balon Udara dan Patroli Intensif Digencarkan di Jawa Timur
• 10 jam lalurealita.co
thumb
AS Siap Serangan Darat, Iran: Selamat Datang di Neraka
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.