Jakarta: Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) menanggapi serangan terhadap sejumlah personel UNIFIL di Lebanon pada akhir pekan kemarin, yang membuat seorang anggota TNI gugur dan membuat beberapa lainnya terluka
"Serangan terhadap entitas netral mencerminkan krisis keyakinan mendalam terhadap sistem keselamatan kolektif dunia," ujar Presiden Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) Ahmad Fahmi Mohd Samsudin dalam pernyataan resminya.
“Perlindungan pengaman bukan lagi sekadar isu operasi, tetapi persoalan strategis yang menuntut tindakan segera,” sambungnya.
Ahmad menyerukan Pemerintah Malaysia untuk segera menilai tahap keselamatan dan kesiapsiagaan operasi anggota Batalion Malaysia (MALBATT) di lapangan.
Ia juga mendorong ASEAN untuk segera bertindak proaktif mendukung akuntabilitas melalui platform PBB, OKI, dan Gerakan Nonblok.
“Malaysia harus memperkukuh peranan sebagai suara konsisten dalam mempertahankan undang-undang antarbangsa secara global,” pungkas Ahmad.
Baca juga: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Evaluasi Penarikan Pasukan Diusulkan




