JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah menyiapkan 45 klinik kesehatan di Makkah dan Madinah sebagai upaya memperkuat skema layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.
Penyiapan 45 klinik kesehatan tersebut seiring dengan kebijakan baru pemerintah Arab Saudi yang mengatur rasio pelayanan kesehatan.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan, satu klinik kesehatan kini minimal melayani 5.000 anggota jemaah haji.
Oleh sebab itu, pihaknya akan mendirikan 40 klinik kesehatan di Makkah, yang tersebar di 10 sektor untuk melayani jemaah.
Baca Juga: Timteng Bergejolak, Kemenhaj Sebut Persiapan Haji 2026 Tetap Jalan: Keberangkatan Pertama 22 April
Sementara di Madinah akan tersedia 5 klinik kesehatan di 5 sektor. Selain itu, masing-masing satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga akan beroperasi di kedua kota tersebut.
“Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah semakin optimal,” ujarnya, Senin (30/3/2026), dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Haji dan Umrah.
Selain menyiapkan puluhan klinik kesehatan, Liliek mengatakan pihaknya juga melakukan upaya peningkatan ketepatan penanganan medis. Nantinya petugas kesehatan kloter akan dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan (severity level) penyakit.
Melalui sistem ini, petugas dapat menentukan apakah jemaah dirujuk ke KKHI atau harus langsung ke rumah sakit Arab Saudi.
“Pendekatan severity level ini penting agar jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya,” tambahnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- klinik kesehatan haji indonesia
- kementerian haji dan umrah
- haji
- jemaah haji
- haji 2026
- klinik kesehatan haji





