Pantau - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merencanakan kebijakan aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat publik bersepeda ke kantor sebagai bagian dari upaya efisiensi energi, yang saat ini masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat yang diperkirakan terbit pada 31 Maret.
Upaya Efisiensi Energi dan Mobilitas ASNPemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah langkah efisiensi energi secara internal, termasuk mendorong perubahan pola mobilitas ASN dan pejabat dalam aktivitas sehari-hari.
ASN dan pejabat publik direncanakan menggunakan sepeda atau transportasi umum saat berangkat kerja guna mengurangi konsumsi energi berbasis bahan bakar.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian, termasuk kemungkinan penetapan hari tertentu bagi ASN hingga bupati dan wali kota untuk bersepeda ke kantor.
Ia juga mengungkapkan adanya wacana ekstrem sebagai simbol penghematan energi, seperti berlari ke kantor, meskipun hal tersebut belum menjadi keputusan final.
"Penerapan ini masih kami kaji, termasuk kemungkinan hari khusus untuk bersepeda," ungkapnya.
Selain itu, wacana penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi ASN juga tengah dibahas dan belum memiliki skema pasti.
Penguatan Desa Mandiri Energi dan Peran BUMDSelain sektor transportasi, Pemprov Jawa Tengah juga mengoptimalkan pengembangan sekitar 2.500 Desa Mandiri Energi yang telah berjalan untuk mendukung efisiensi energi di tingkat lokal.
Peran badan usaha milik daerah (BUMD) juga diperkuat, salah satunya melalui Jateng Agro Berdikari yang turut mengelola gas alam dan telah dimanfaatkan di sejumlah wilayah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan akan langsung menjalankan kebijakan secara menyeluruh setelah surat edaran resmi dari pemerintah pusat diterbitkan.
"Kami siap melaksanakan begitu ada edaran resmi dari pusat," ujarnya.




