Jakarta (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemayoran Harapan Mulia 1, Jakarta Pusat, melayani 3.298 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari ini, Selasa, pascalibur Lebaran 2026.
Kepala SPPG Kemayoran Harapan Mulia 1 Fakhri Irfan Pribadi menyampaikan, SPPG yang dipimpinnya mengurangi jumlah penerima manfaat setelah sebelumnya melayani sekitar 3.600-an penerima karena di area Kemayoran, sudah banyak SPPG lain yang turut melayani penerima manfaat MBG.
"Kalau untuk persiapan MBG kembali beroperasi, dari pasca-Lebaran atau pasca-bulan Ramadhan, tentunya dari teman-teman relawan pasti senang karena mereka mulai bekerja kembali. Kemudian, untuk persiapan, kita tentu sama seperti yang sebelum-sebelumnya, tentu dengan evaluasi terlebih dahulu sebelum kita beroperasi kembali," kata Fakhri di Jakarta.
Ia menjelaskan, SPPG Kemayoran Harapan Mulia 1 melayani tujuh sekolah, sedangkan untuk posyandu ada satu yang melayani penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).
"Untuk pendistribusian itu beda-beda jamnya karena kita ada tiga kloter, yang kloter pertama itu jam 07.00 untuk SD, SMP jam 05.30, kemudian untuk yang SMA/SMK itu jam 11.00 sampai jam 12.00. Kalau untuk posyandu, kita karena hanya satu posyandu, itu jam 09.00," ujar dia.
Fakhri mengemukakan, untuk evaluasi terpenting yang dilakukan SPPG yakni terkait kualitas makanan, menu, dan higienitas personal dari para relawan.
"Kemudian keamanan pangan, kemampuan SDM relawan terkait keamanan pangan, edukasi gizi, juga evaluasi terkait pengolahan limbah terus kita lakukan, dan yang terpenting juga itu evaluasi tentang kebersihan lingkungan dan sanitasi," tuturnya.
Baca juga: Ketua Baznas: Presiden Prabowo paham pihak yang berhak menerima zakat
Baca juga: BGN hentikan sementara 717 SPPG di Indonesia Timur belum miliki SLHS
Kepala SPPG Kemayoran Harapan Mulia 1 Fakhri Irfan Pribadi menyampaikan, SPPG yang dipimpinnya mengurangi jumlah penerima manfaat setelah sebelumnya melayani sekitar 3.600-an penerima karena di area Kemayoran, sudah banyak SPPG lain yang turut melayani penerima manfaat MBG.
"Kalau untuk persiapan MBG kembali beroperasi, dari pasca-Lebaran atau pasca-bulan Ramadhan, tentunya dari teman-teman relawan pasti senang karena mereka mulai bekerja kembali. Kemudian, untuk persiapan, kita tentu sama seperti yang sebelum-sebelumnya, tentu dengan evaluasi terlebih dahulu sebelum kita beroperasi kembali," kata Fakhri di Jakarta.
Ia menjelaskan, SPPG Kemayoran Harapan Mulia 1 melayani tujuh sekolah, sedangkan untuk posyandu ada satu yang melayani penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).
"Untuk pendistribusian itu beda-beda jamnya karena kita ada tiga kloter, yang kloter pertama itu jam 07.00 untuk SD, SMP jam 05.30, kemudian untuk yang SMA/SMK itu jam 11.00 sampai jam 12.00. Kalau untuk posyandu, kita karena hanya satu posyandu, itu jam 09.00," ujar dia.
Fakhri mengemukakan, untuk evaluasi terpenting yang dilakukan SPPG yakni terkait kualitas makanan, menu, dan higienitas personal dari para relawan.
"Kemudian keamanan pangan, kemampuan SDM relawan terkait keamanan pangan, edukasi gizi, juga evaluasi terkait pengolahan limbah terus kita lakukan, dan yang terpenting juga itu evaluasi tentang kebersihan lingkungan dan sanitasi," tuturnya.
Baca juga: Ketua Baznas: Presiden Prabowo paham pihak yang berhak menerima zakat
Baca juga: BGN hentikan sementara 717 SPPG di Indonesia Timur belum miliki SLHS





