Dua TNI Gugur Lagi, PBB Kecam Keras Serangan Terhadap UNIFIL

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa dua anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) asal Indonesia gugur setelah ledakan menghantam konvoi logistik pasukan penjaga perdamaian tersebut di Lebanon pada Senin (30/3/2026).

Jean-Pierre Lacroix Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian turut mengecam keras insiden tersebut dengan menyebut hal ini sebagai insiden yang tak dapat diterima. Menurutnya, personel penjaga perdamaian tak boleh menjadi sasaran.

“Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” kata Lacroix seperti dikutip dari Antara pada Selasa (31/3/2026).

Insiden tersebut terjadi tepat setelah satu korban sebelumnya yang juga merupakan personel dari pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur ketika sebuah proyektil menghantam dan meledak di pangkalan misi Ett Taibe dan satu lainnya luka parah.

Lacroix menyampaikan ungkapan belasungkawanya kepada keluarga dan pihak Indonesia. Ia pun berharap agar mereka yang terluka segera pulih.

Saat ini, UNIFIL sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan keadaan tragis tersebut.

Lacorix menginformasikan, sekarang ini pasukan penjaga perdamaian PBB tetap berada di lapangan untuk melaksanakan tugas di tengah kondisi berbahaya itu. Namun, ia menyerukan agar semua tindakan yang dapat membahayakan pasukan penjaga perdamaian dihentikan. Ia turut menghimbau semua pihak untuk mematuhi kewajibannya masing-masing demi memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Kemarin pada Senin (30/3/2026), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan seorang anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia yang berada dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3/2026).

Diketahui identitas personel yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, sementara tiga personel lain, atas nama Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka.

Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI memastikan ketiga personel yang terluka itu telah dievakuasi ke fasilitas medis, termasuk Praka Rico yang mengalami luka berat diungsikan ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan intensif.

Melansir dari laman Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN Peacekeeping), per Januari 2026 terdapat sebanyak 756 anggota yang berasal dari Indonesia yang berpartisipasi dalam UNIFIL Lebanon.(ant/mar/ris/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Dokter Magang di Cianjur Meninggal Tertular Campak, Kemenkes Buka Suara
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Menteri ESDM Bahlil Buka Suara Soal Harga BBM Naik 1 April Pukul 00.00, Ini Penjelasan Tegasnya
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Penutupan Selat Hormuz Tekan Kinerja Ekspor Karet Sumut
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
KY Buka Pendaftaran 14 Calon Hakim, Cek Kursi yang Dibutuhkan
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Dikepung, Pria Naik Atap dan Ancam Warga Pakai Parang
• 12 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.