BPH Migas Catat Konsumsi BBM Periode Mudik 2026 Naik, Ini Faktor Pendorongnya

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi menutup Posko Nasional Sektor ESDM Hari Raya Idul Fitri 2026 yang berlangsung selama 12 Maret hingga 31 Maret 2026.

Anggota Komite BPH Migas sekaligus Ketua Satgas Posko, Erika Retnowati, mengatakan ketahanan stok BBM baik itu bensin, solar, avtur, maupun kerosene dalam kondisi aman dengan rata-rata ketahanan di atas 20 hari.

Peningkatan rata-rata konsumsi harian BBM selama periode posko dibandingkan kondisi normal paling signifikan terlihat pada BBM bensin (gasoline) dengan kenaikan 15 persen, avtur naik 7,2 persen, sedangkan solar (gasoil) turun sebesar 18 persen.

Erika mengungkapkan kenaikan BBM jenis bensin itu terjadi melampaui target sebesar 12 persen. Dia mengatakan selain kenaikan pemudik, hal tersebut juga terjadi karena fenomena panic buying.

"Memang waktu itu diperkirakan kenaikan sekitar 12 persen ya, tetapi ternyata realisasinya mencapai hampir 15 persen, antara lain memang ada, tapi enggak banyak ya, panic buying itu hanya beberapa daerah saja," ungkap Erika saat konferensi pers di kantor BPH Migas, Selasa (31/3).

Selain itu, menurut Erika, liburan panjang juga menjadi kontribusi kenaikan konsumsi bensin di atas perkiraan. Sebab, masyarakat memiliki waktu lebih banyak untuk berwisata.

"Kemudian juga jangka waktu liburnya kan panjang ya, jadi orang selain mudik juga banyak yang berwisata. Nah itu juga tentunya menambah konsumsi BBM," jelas Erika.

Penyaluran BBM tertinggi secara nasional pada produk gasoline saat arus mudik terjadi pada 19 Maret 2026 dengan kenaikan mencapai 37 persen dari penyaluran normal. Sedangkan untuk arus balik terjadi pada 25 Maret 2026 dengan kenaikan 20 persen dari penyaluran normal.

Untuk produk avtur peningkatan konsumsi tertinggi saat arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan kenaikan mencapai 18 persen dari penyaluran normal. Sementara untuk arus balik terjadi peningkatan pada 29 Maret 2026 dengan kenaikan 22 persen dari penyaluran normal.

Untuk produk LPG, ketahanan stok nasional berkisar antara 10 sampai 13 hari, dengan coverage days rata-rata selama periode posko adalah 11,6 hari. Penyaluran rata-rata LPG pada periode posko adalah 34.206 MT atau mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen.

Puncak kenaikan penyaluran terjadi pada 16 Maret 2026 yaitu sebesar 33.428 MT atau lebih besar 4,01 persen dari rerata normal sebesar 32.111 MT. Erika mengakui sempat terdapat isu kelangkaan.

"Terdapat isu-isu kelangkaan di beberapa wilayah Garut, Banyuwangi, Trenggalek, Bojonegoro dan Minahasa namun dapat segera tertangani dengan baik," ungkap Erika.

Kemudian dari sektor gas bumi, Subholding Gas Pertamina telah berhasil menyalurkan Gas bumi kepada 3.290 Pelanggan Komersial Industri, 2.900 Pelanggan Kecil, dan 818.000 Pelanggan Rumah Tangga, dan Pembangkit Listrik termasuk PLN Group.

Penyaluran niaga gas rata-rata periode Hari Raya Idul Fitri 2026 mencapai 735 BBTUD atau turun 53 BBTUD, dibandingkan dengan realisasi Hari Raya Idul Fitri 2025, dengan volume terendah pada tanggal 21 Maret 2026 sebesar 498 BBTUD, dan volume tertinggi tanggal 12 Maret 2026 sebesar 934 BBTUD.

Sedangkan penyaluran gas dalam bentuk CNG atau Bahan Bakar Gas (BBG) pada periode Hari Raya Idul Fitri 2026 adalah 361.445 LSP atau rata-rata sebesar 16.429 LSP. Produksi LPG sebesar 11.056 MT atau rata-rata 582 MT.

Selanjutnya, sebanyak 17 sistem normal yaitu Sumatera, Batam-Bintan, Belitung, Interkoneksi Kalimantan, Tarakan, Sulutgo, Ambon, Ternate-Tidore, Manokwari, Sorong, Wamena, Merauke, Nabire, Tambora, Timor, Flores, dan Jawa-Bali.

Daya Mampu Pasok (DMP) sistem tenaga listrik nasional selama periode posko yakni tertinggi 53.930,46 MW terjadi pada 12 Maret 2026 dan terendah 47.912,05 MW pada 15 Maret 2026.

Sementara Beban Puncak Sistem (BP) tenaga listrik nasional selama periode posko yakni tertinggi 47.183,14 MW terjadi pada 11 Maret 2026 dan terendah 35.022,10 MW pada 21 Maret 2026. Cadangan Operasi selama periode posko tertinggi 14.695,97 MW terjadi pada 21 Maret 2026 dan terendah 5.038,30 MW terjadi pada 14 Maret 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Ungkap Peran Ketum Kesthuri Cs dalam Korupsi Kuota Haji
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Resmi Umumkan WFH untuk ASN dan Swasta, Begini Penjelasannya
• 3 menit lalubisnis.com
thumb
Prabowo Berduka Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Dana Brata Luhur (TEBE) Tebar Dividen Jumbo, 150 Persen dari Laba Bersih
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Cara Mengenali Orang yang Benar-benar High Class Menurut Psikolog
• 23 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.