Indokripto (COIN) Cetak Laba Bersih Rp48,4 Miliar pada 2025

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencetak laba bersih sebesar Rp48,4 miliar sepanjang 2025, tumbuh 13 persen secara tahunan.

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencetak laba bersih sebesar Rp48,4 miliar sepanjang 2025, tumbuh 13 persen secara tahunan. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencetak laba bersih sebesar Rp48,4 miliar sepanjang 2025. Capaian tersebut sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp44 miliar.

Emiten ekosistem perdagangan aset kripto pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu membukukan pendapatan sebesar Rp284,7 miliar, naik 181 persen. Segmen perdagangan deriviatif melesat 7.623 persen menjadi Rp59,4 miliar dengan kontribusi terhadap pendapatan sebesar 21,1 persen.

Baca Juga:
Indokripto (COIN) Belum Gunakan Dana IPO, Ini Alasannya

Seiring kenaikan pendapatan, EBITDA Indokripto juga tumbuh 156,3 persen menjadi Rp131,1 miliar. Kenaikan EBITDA ini yang mendorong laba bersih tumbuh 13 persen menjadi Rp48,4 miliar.

Direktur Utama COIN, Ade Wahyu menilai, 2025 merupakan tahun yang mendukung bagi industri aset kripto. Kondisi pasar yang bergerak positif sepanjang tahun telah mendorong volume transaksi yang pada akhirnya berdampak langsung pada kinerja fundamental perseroan.

Baca Juga:
Dongkrak Likuiditas, COIN Siap Turunkan Biaya Transaksi Bursa Kripto CFX

"Tren pasar aset kripto di tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua anak perusahaan kami, yakni Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) dan Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Jumlah konsumen yang terus bertambah, serta adopsi yang semakin positif, khususnya pada produk derivatif di Bursa Kripto CFX, menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan kinerja perseroan," ujar Ade melalui keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Selain mencatat peningkatan dalam laporan laba rugi, COIN juga berhasil memperbaiki posisi neraca keuangan. Perseroan mampu menurunkan jumlah liabilitas menjadi Rp53,73 miliar, dari sebelumnya Rp235 miliar pada akhir 2024.

Di saat yang bersamaan, total aset perseroan meningkat 5 persen menjadi Rp1,6 triliun. Peningkatan jumlah aset ini didorong oleh kegiatan operasional perusahaan yang stabil, salah satunya bersumber dari kuatnya transaksi segmen derivatif.

Menjalani tahun 2026, Ade memproyeksikan kondisi pasar yang berpotensi lebih dinamis seiring dengan ketidakpastian ekonomi makro dan sentimen geopolitik. Kendati demikian, dia melihat kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi segmen derivatif untuk kembali tumbuh positif secara berkelanjutan.

Di tengah volatilitas pasar, produk derivatif kripto dapat dimanfaatkan oleh konsumen sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Oleh karena itu, Ade optimistis segmen derivatif ini akan melanjutkan tren pertumbuhannya dan tetap menjadi salah satu penyumbang bagi pendapatan perseroan ke depan.

“Kami juga akan terus memperkuat portofolio usaha dan berupaya menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan juga berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan operasional kedua anak usahanya, yakni Bursa Kripto CFX dan Lembaga Kustodian ICC, agar tetap mengedepankan transparansi, inovasi, dan berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” pungkas Ade.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iman vs Logika, Apakah Keduanya Harus Bertentangan?
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
3 Prajurit Gugur di Lebanon, TNI Siapkan Langkah Kontingensi
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Didesak Tunda Misi ke Gaza
• 50 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Airlangga: Mulai Jumat, ASN Terapkan WFH Satu Hari Sepekan
• 40 menit lalumediaindonesia.com
thumb
BBTF 2026 Targetkan 400 Buyer dari 47 Negara untuk Dongkrak Wisata Gastronomi Indonesia di Tengah Gejolak Global
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.