BANDUNG, KOMPAS- Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Kota Bandung, Jawa Barat. Warga takut tidak mendapatkan bahan bakar minyak di tengah isu krisis energi dan kenaikan harga.
Antrean panjang di SPBU, misalnya, terlihat di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Terusan Jakarta, Selasa (31/3/2026) sore. Panjang antrean kendaraan roda dua dan empat demi mendapatkan pertalite dan pertamax antara 10-20 meter.
Nana (50), pengemudi ojek online, mengaku cemas dengan isu kenaikan harga BBM. Dia Ia berharap pemerintah tidak menaikkan harga BBM dalam waktu dekat. Alasannya, kenaikan harga BBM bakal berdampak pada sektor lainnya.
”Kalaupun naik semoga tidak terlalu tinggi,” kata ayah dua anak itu.
Hal senada disampaikan Andri (36), warga lainnya. Pria yang bekerja sebagai sopir ini khawatir pekerjaannya terdampak dengan kebijakan pembatasan BBM.
"Mudah-mudahan Presiden dan jajarannya bisa memastikan Indonesia bisa mendapatkan solusi atas masalah krisis energi. Sebab, banyak lapangan usaha dan pekerjaan yang akan terdampak, " ujarnya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan pasokan bahan bakar di Kota Bandung tetap aman dan terkendali. Ia menegaskan, pemerintah pusat telah memberikan jaminan bahwa harga BBM dan gas bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.
“Secara umum kita masih dalam kondisi optimis. Suplai BBM dan gas untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga terjaga. Jaminan dari Menteri Keuangan ini membuat kita semua lebih tenang, tidak perlu khawatir,” kata Farhan.
Akan tetapi, Farhan mengingatkan pemangku kepentingan untuk memastikan infrastruktur distribusi BBM dalam kondisi optimal. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa stok aman. Jangan sampai ada panic buying, baik BBM maupun gas,” imbaunya.



