Cek Pilihan Saham Emiten Big Caps Usai Kompak Rilis Lapkeu 2025

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten-emiten berkapitalisasi pasar besar tercatat telah mengeluarkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025. Sejumlah saham menjadi pilihan dengan hasil kinerja ini.

Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis Setyo Wibowo menjelaskan secara kinerja, ada beberapa emiten yang kinerja 12 bulannya masih positif dan ada juga yang mengalami penurunan. Azis mencatat saham ASII dan TLKM secara return 12 bulan masih memiliki return positif masing-masing 27,03% dan 26,97%. 

“Akan tetapi, juga ada emiten yang mengalami penurunan seperti big four banks,” kata Azis, Selasa (31/3/2026). 

Dia melanjutkan secara keseluruhan saham-saham big caps mengalami tekanan, mengingat kondisi global dan domestik masih belum stabil.

Kiwoom Sekuritas memilih saham ASII dan TLKM di jajaran big caps, dengan rekomendasi trading buy. Kiwoom Sekuritas memberikan target harga sebesar Rp6.750 untuk ASII dan sebesar Rp3.450 untuk TLKM.

Sementara itu, Direktur Purwanto Asset Management Edwin Sebayang memilih sejumlah saham big caps sebagai rekomendasinya. Edwin memilih saham BBCA sebagai top picks, karena asset quality terbaik di industri, konsistensi ROE tinggi, dan memiliki manajemen risiko konservatif.

Baca Juga

  • Saham Big Caps: Prospek Emiten Tahan Banting di 2026
  • Sinyal Hijau Saham Big Caps di 2026, Cek Top Picks dari OCBC Sekuritas
  • Big Caps Unjuk Gigi di 2025, Cek Rekomendasi Saham saat Stock Picking

Lalu saham BMRI karena exposure ke corporate lending & proyek pemerintah, serta memiliki leverage ke pertumbuhan ekonomi domestik.

Kemudian saham AMMN karena exposure ke tembaga dan critical commodity untuk EV dan energi transisi, serta peluang pertumbuhan masih sangat kuat. Edwin juga menyukai saham BREN karena merupakan pemimpin di sektor energi terbarukan, dan juga memiliki story ESG dan energy transition.

Edwin juga menuturkan investor dapat melakukan speculative buy untuk saham BRMS karena eksposure ke emas serta potensi re-rating jika produksi emas meningkat.

Adapun Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan pihaknya masih menyukai saham-saham big caps seperti BBCA, BBRI, BMRI, ASII, BBNI, EMAS, dan TLKM. Menurutnya, meskipun emiten-emiten ini mengalami tekanan, mereka akan tetap bertahan meskipun ada perlambatan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu: Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Harumkan Nama Bangsa dan Jalankan Misi Perdamaian
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
RUU Jabatan Hakim, IKAHI Minta Syarat S2 untuk Hakim Tingkat Pertama Dihapus
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Penambang Minta Penetapan Kuota Produksi Batu Bara 2026 Tak Terlalu Ketat
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Terima Kasih Timnas Indonesia, Bulgaria Akhirnya Dapat Prestasi dari FIFA Setelah 32 Tahun
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Alumni Kalla Institute Sukses Membangun Brand Scarf Ramah Lingkungan
• 51 menit laluterkini.id
Berhasil disimpan.