PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) membukukan kinerja keuangan yang mengesankan sepanjang Tahun Buku 2025. Capaian itu seiring pertumbuhan penjualan komoditas utama seperti emas dan bijih nikel.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2025, emiten pertambangan pelat merah tersebut mencatatkan pendapatan sebesar Rp 84,64 triliun. Angka itu naik 22,3% dibandingkan pendapatan Rp 69,19 triliun yang diraup ANTM pada 2024.
Kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh penjualan emas yang mencapai Rp 66,47 triliun pada 2025, meningkat dari Rp 57,56 triliun pada tahun sebelumnya. Penjualan bijih nikel juga melonjak signifikan menjadi Rp 12,75 triliun dari Rp 5,37 triliun pada 2024.
Selain itu, kontribusi dari produk alumina dan bijih bauksit turut meningkat secara tahunan. Hal ini mencerminkan ekspansi penjualan komoditas berbasis hilirisasi yang dijalankan perusahaan.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat signifikan. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,21 triliun pada 2025, melonjak hampir 100% dibandingkan laba bersih Rp 3,65 triliun pada 2024.
Peningkatan tersebut turut mendorong laba bersih per saham dasar naik menjadi Rp 299,98 per saham dari Rp 151,77 per saham pada tahun sebelumnya. "Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada periode berjalan," ungkap manajemen ANTM dalam laporan yang dirilis lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3).
Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp 52,53 triliun pada akhir 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi aset Rp44,52 triliun pada akhir 2024. Sementara itu, total liabilitas naik menjadi Rp 15,93 triliun dari Rp 12,32 triliun secara tahunan. Adapun total ekuitas perseroan juga bertumbuh menjadi Rp 36,60 triliun pada 2025 dibandingkan Rp 32,20 triliun pada 2024.
Peningkatan ini mencerminkan penguatan struktur permodalan perusahaan di tengah ekspansi bisnis pertambangan dan proyek hilirisasi mineral yang dijalankan perseroan.
Secara keseluruhan, kinerja keuangan 2025 menunjukkan bahwa ANTM mampu meningkatkan skala usaha dan profitabilitas secara tahunan, dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat serta lonjakan laba bersih hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut didorong oleh tingginya permintaan logam mulia, peningkatan volume penjualan komoditas mineral, serta kontribusi dari aktivitas hilirisasi yang semakin berkembang.




