UEA Secara Besar-besaran Cabut Visa Warga Iran, Libatkan Investasi Dana Besar

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

Setelah Iran diserang oleh Amerika Serikat dan Israel, serangan balasan Iran ke berbagai negara di Timur Tengah memicu reaksi berantai. Baru-baru ini, sejumlah warga Iran yang tinggal di Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa otoritas imigrasi setempat telah secara besar-besaran mencabut visa kerja, visa pasangan, serta visa jangka panjang yang terkait dengan investasi milik warga Iran. Namun hingga kini, pemerintah UEA belum mengeluarkan pernyataan resmi.

EtIndonesia. Media Türkiye Today mengutip laporan media Iran yang menyebutkan bahwa UEA berencana mencabut izin tinggal ribuan warga Iran. Langkah ini disebut terkait dengan program “sewa hak guna 99 tahun”, yaitu skema memperoleh izin tinggal jangka panjang melalui pembelian properti.

Dalam skema tersebut, warga negara asing dapat memperoleh hak penggunaan properti jangka panjang, namun tidak memiliki hak kepemilikan penuh (freehold). Program ini banyak dimanfaatkan oleh investor dan pembeli properti. Dalam kerangka ini, sebagian warga Iran memperoleh izin tinggal melalui kepemilikan properti atau investasi jangka panjang.

Namun laporan terbaru menunjukkan bahwa izin-izin tersebut kini termasuk dalam kategori yang dicabut, bahkan mencakup pemegang izin tinggal jangka panjang.

Pihak yang terdampak menyatakan bahwa meskipun mereka memiliki izin tinggal yang terikat dengan properti atau investasi, status residensi mereka tetap dihentikan. Dalam beberapa kasus, anggota keluarga mereka yang bukan warga Iran masih diizinkan masuk kembali ke UEA.

Sampai saat ini, pemerintah UEA belum memberikan pernyataan resmi terkait skala maupun dasar hukum dari pencabutan izin tersebut.

Diperkirakan terdapat antara 500.000 hingga 800.000 warga Iran yang tinggal di UEA, sehingga potensi dampaknya sangat besar. Saat ini, banyak dari mereka yang terdampak tidak dapat kembali ke UEA, dan belum ada jadwal penyelesaian yang jelas.

Warga Iran merupakan salah satu investor asing utama di pasar properti Dubai, menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat investasi dan perlindungan aset. Nilai aset yang mereka miliki mencapai puluhan miliar dolar AS, bahkan media Iran menyebut angka tersebut bisa mencapai 530 miliar dolar.

Selain individu, pencabutan visa juga disertai pembatasan terhadap berbagai entitas yang terkait Iran di UEA, termasuk sekolah, rumah sakit, asosiasi budaya, cabang universitas, hingga masjid—yang kini telah dihentikan operasinya. Para pegawai yang terkait dengan institusi tersebut juga terdampak, sebagian kehilangan izin tinggal. Dilaporkan setidaknya lima sekolah Iran telah ditutup, dan berkas akademik siswa telah dikembalikan kepada orang tua.

Sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Iran melakukan serangan balasan ke negara-negara di kawasan, termasuk UEA. Berdasarkan data resmi, Iran telah meluncurkan 393 rudal balistik dan rudal jelajah serta 1.835 drone ke wilayah UEA, menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas dan 171 orang luka-luka.

Pejabat tinggi UEA juga mulai menggunakan pernyataan yang lebih keras. Menteri Luar Negeri Abdullah bin Zayed Al Nahyan menyebut Iran sebagai “teroris”, sementara Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan menyebut Iran sebagai “musuh.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Tito Karnavian Sudah Teken Surat Kebijakan WFH
• 5 menit lalurctiplus.com
thumb
Pemerintah Siapkan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk Jemaah Haji Indonesia
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi Masih Dikaji
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
RSJ HB Saanin Padang Jelaskan Kronologi Kematian Karim, Pengamen yang Sempat Ditangkap Satpol PP
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Comeback Main Sinetron, Arya Saloka Bakal Jadi Tukang Ketoprak Misterius di Terikat Janji
• 3 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.