Capaian ini menjadi yang tertinggi bagi perseroan sejak industri transportasi mengalami disrupsi teknologi beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Data: 43 Persen Masyarakat Berencana Mudik Lebaran 2026, Bluebird Siapkan 25 Ribu Armada
Dari sisi profitabilitas, Bluebird membukukan laba bersih Rp643,4 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp592 miliar.
Direktur Utama Bluebird, Andre Djokosoetono, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari investasi berkelanjutan yang dilakukan perusahaan, mulai dari peremajaan armada hingga penguatan kapabilitas digital.
“Saat ini kami terus mempercepat langkah untuk memperkuat posisi sebagai penyedia Mobility-as-a-Service dengan layanan mobilitas multimoda,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Bluebird menambah sekitar 1.800 unit armada baru sehingga total armada kini melampaui 26.000 unit, termasuk kendaraan listrik.
Di saat yang sama, perusahaan juga memperluas jaringan operasional dengan menambah jumlah pool menjadi 58 lokasi serta memperluas pangkalan ke lebih dari 1.300 titik strategis di berbagai kota.
Transformasi digital turut menjadi motor pertumbuhan. Aplikasi MyBluebird mencatat lonjakan pengguna lebih dari 30%, dengan kontribusi transaksi dari kanal digital mencapai sekitar 40% dari total pemesanan. Selain itu, fitur Fixed Price juga semakin diminati, tercermin dari peningkatan penggunaan hingga dua kali lipat. Dorong Keberlanjutan dan Dampak Sosial Selain fokus pada kinerja bisnis, Bluebird juga memperkuat komitmen terhadap aspek keberlanjutan.
Sepanjang 2025, perusahaan menambah armada kendaraan listrik yang dioperasikan melalui layanan Bluebird dan Goldenbird di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.
Dari sisi sosial, berbagai program terus dijalankan, mulai dari Kartini Bluebird, Beasiswa Bluebird Peduli, hingga program umrah bagi mitra pengemudi dan karyawan. Secara keseluruhan, inisiatif tersebut telah menjangkau lebih dari 70.000 penerima manfaat.
Upaya penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) juga mendapat pengakuan, ditandai dengan konsistensi Bluebird masuk dalam indeks ESGQ 45 IDX KEHATI dan ESG SL IDX KEHATI.
Memasuki 2026, Bluebird mengusung strategi bertajuk “Gerak Cepat, Layan Tepat, Tumbuh Pesat” untuk merespons dinamika industri yang semakin kompetitif. Perusahaan akan mempercepat ekspansi ke kota-kota strategis sekaligus memperkuat ekosistem layanan sesuai karakter masing-masing wilayah.
Perseroan juga akan mengembangkan model layanan yang lebih fleksibel guna menjangkau kebutuhan pelanggan yang semakin beragam, tanpa mengorbankan standar keamanan dan kenyamanan. Fokus utama strategi ini bukan pada perang harga, melainkan pada peningkatan relevansi layanan.
Selain itu, Bluebird akan mengoptimalkan berbagai kanal distribusi, baik melalui platform digital milik sendiri maupun kemitraan strategis, guna menciptakan permintaan baru. Peran pengemudi dan tim layanan pelanggan tetap menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman berbasis human connection yang menjaga loyalitas pelanggan.
“Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan dengan fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, dan eksekusi yang presisi. Dengan pendekatan yang disiplin dan adaptif, kami optimistis dapat terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mobilitas,” tutup Andre.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)





