Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG nasional tetap aman meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung. Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam sesi tanya jawab konferensi pers virtual pada Selasa 31 Maret 2026.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah telah bergerak cepat mencari sumber pasokan alternatif untuk menggantikan ketergantungan dari wilayah Timur Tengah. Saat ini, tercatat sekitar 20 persen dari total kebutuhan energi nasional berasal dari kawasan tersebut.
“Ketika terjadi ketegangan di Timur Tengah, pemerintah atas arahan Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber pasokan lain untuk mengganti yang dari Middle East. Dan alhamdulillah sudah dapat. Jadi insya Allah nggak perlu ada keraguan lagi, untuk pengganti dari Middle East sudah kita dapat,” kata Bahlil.
Selain diversifikasi sumber impor, Bahlil menekankan bahwa pengoperasian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan menjadi kunci kemandirian energi dalam negeri. Fasilitas tersebut mampu menghasilkan jutaan kiloliter bensin dan solar.
“Kita bersyukur kepada Tuhan, di Januari itu kita meresmikan RDMP kita. RDMP yang di Balikpapan itu menghasilkan 5,6 juta kiloliter bensin dan kurang lebih sekitar 4,5 juta kiloliter solar. Jadi artinya apa? Yang kita ke depan impor yang paling banyak itu krut (minyak mentah),” jelasnya.
Bahlil merinci bahwa untuk BBM jenis RON 90 hingga 98, sebagian besar sudah diproduksi di dalam negeri, sementara sisanya diimpor dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Untuk kebutuhan LPG, pemerintah kini mulai beralih mengambil pasokan dari negara non-Timur Tengah, terutama Amerika Serikat.
“LPG sekarang kita sudah dorong untuk mengambil di beberapa negara yang non-Middle East, terutama di Amerika. Jadi secara pasokan, insya Allah mohon doanya clear, nggak ada masalah,” tambahnya.
Mengenai fluktuasi harga untuk BBM non-subsidi, Bahlil meminta publik memberikan waktu kepada pemerintah dan pihak terkait untuk menyelesaikan kajian secara matang. Ia memastikan setiap keputusan akan diambil dengan pertimbangan yang wajar dan bijak bagi masyarakat.
“Menyangkut dengan harga yang ada, kita kan tahu fluktuasinya kan terus-menerus yang non-subsidi. Kasih kami waktu untuk menyelesaikan dengan baik. Menyelesaikan dengan baik, bijak dan betul-betul dengan hal-hal yang wajar,” pungkas Bahlil.
Editor: Redaktur TVRINews





