Dua hari terakhir, duka menyelimuti jajaran TNI. Tiga prajurit yang tergabung dalam satgas UNIFIL di Lebanon tewas terkena tembakan artileri di sana.
Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Praka Farizal tewas terkena tembakan artileri pada Minggu (29/3), di Adchit El Qousair. Sementara Zulmi dan Ichwan tewas pada Senin (30/3), terkena ledakan saat tengah bergerak di Bani Hayyan.
Berikut adalah profil masing-masing prajurit:
Praka Farizal RhomadhonPraka Farizal Rhomadhon merupakan prajurit yang gugur pada usia 28 tahun. Pria kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998 itu bertugas di batalyon infanteri yang berada di Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh.
Terdapat tiga batalyon yang di bawah oleh brigade tersebut. Farizal merupakan personel di batalyon Yonif 113/Jaya Sakti dengan menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas.
Ia berangkat menjadi pasukan perdamaian di Lebanon Selatan bergabung dengan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL sejak April 2025 silam. Kini ia meninggalkan seorang istri dan anak yang berusia dua tahun di domisilinya yang berada di Asrama Militer (Asmil) Kima Yonif 113/JS, Bireuen, Aceh.
Ibundanya, Supinah mengatakan seharusnya Farizal selesai tugas pada April mendatang, tepat setahun pengabdiannya. Bahkan ia telah memiliki tiket kepulangan yang dijadwalkan pada Mei.
“Akhir April ini selesai, terus Mei pulang, sudah ada jadwal penerbangan, saya sudah dikirimin jadwalnya. Pokoknya bulan Mei, kan dibagi beberapa kelompok,” ucap Supinah di rumah duka di Ledok, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (31/3).
Perwira Kopassus Kapten Inf Zulmi Aditya IskandarKapten Inf Zulmi Adity Iskandar merupakan perwira TNI Angkatan Darat. Diperkirakan ia gugur pada usia 34 tahun.
Ia mengabdi sebagai prajurit di satuan elite Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus)/Sandi Yudha yang berada di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Ia mulai berdinas setelah lulus dari Akademi Militer Magelang tahun 2015. Selain itu, Zulmi juga memiliki latar belakang pendidikan Diploma IV Manajemen Pertahanan.
Ketika menjalankan tugas perdamaian di Lebanon Selatan, Zulmi bertanggung jawab sebagai Komandan Kompi Task Force dalam Satgas Kontingen Garuda di bawah UNIFIL. Di medan perang, ia memimpin operasi mobile reserve dan pengawalan logistik di wilayah yang rawan konflik.
Sertu Muhammad Nur IchwanSertu Muhammad Nur Ichwan adalah prajurit TNI termuda yang gugur dalam insiden ini. Ia berasal dari Desa Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang yang lahir pada 12 Mei 2000.
Dalam kesehariannya, Ichwan berdinas di Kesehatan Komando Daerah Militer IX/Udayana sebagai perawat. Ia memperoleh pendidikan militernya di pendidikan di Sekolah Tinggi Militer Angkatan Laut, Surabaya.
Seperti halnya Farizal, Ichwan bergabung dengan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon Selatan sejak April 2025 silam. Selama menjalani tugasnya, ia hanya sekali pulang ke domisilinya di Magelang untuk menemani istrinya melahirkan anak pertama mereka pada Agustus 2025.





