Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah tengah melakukan langkah strategis dalam pengelolaan keuangan negara melalui prioritasisasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga (K/L).
"Pemerintah juga melakukan langkah strategis dalam pengelolaan keuangan negara melalui prioritasisasi dan refocusing belanja Kementerian dan Lembaga," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, 31 Maret 2026.
Airlangga menjelaskan, pengalihan anggaran dilakukan dari pos belanja yang dinilai kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, serta kegiatan seremonial, menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menambahkan, anggaran tersebut juga diarahkan untuk mendukung program prioritas, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra.
Khusus perjalanan dinas, anggarannya akan dikurangi hingga 50 persen untuk perjalanan dinas dalam negeri dan 70 persen untuk perjalanan dinas luar negeri.
"Efisiensi perjalanan dinas dalam negeri hingga 50 perswn dan luar negeri hingga 70 persen," ucap Airlangga.
Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong percepatan belanja Kementerian dan Lembaga serta penajaman belanja melalui optimalisasi anggaran.
Airlangga menyebut nilai penajaman belanja melalui optimalisasi anggaran akan berada dalam rentang Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun.
"Potensi prioritasisasi dan refocusing anggaran Kementerian dan Lembaga ini dalam range Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun," pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews




