Danantara Indonesia mengumumkan rencana investasi proyek strategis di Labuan Bajo untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian lokal. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia, terutama di kawasan timur.
Investasi tersebut akan dilakukan melalui proyek pengembangan fasilitas baru dari awal (greenfield). Labuan Bajo dinilai memiliki peran penting dalam peta pariwisata nasional karena menjadi pintu gerbang menuju Flores dan Taman Nasional Komodo yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.
Melalui proyek ini, Danantara menargetkan dampak ekonomi yang signifikan, mulai dari penciptaan lapangan kerja saat tahap konstruksi hingga operasional. Selain itu, investasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta mendorong pertumbuhan usaha lokal.
Dengan lokasi di salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia, proyek ini juga diharapkan bisa memperkuat promosi keindahan alam dan kekayaan budaya nasional di mata dunia.
Dalam pelaksanaannya, Danantara akan menggandeng Qatar Investment Authority (QIA) yang sudah menjadi investor dalam proyek tersebut. Kolaborasi ini ditujukan untuk menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berdampak strategis.
“Kami sangat senang mengumumkan investasi ini dan menantikan kerja sama erat dengan QIA dalam proyek ini untuk meningkatkan potensi jangka panjang Indonesia, termasuk di bagian timur Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur. Inisiatif ini menjadi landasan bagi serangkaian investasi lebih luas, yang bertujuan menghasilkan keuntungan berkelanjutan sekaligus secara konsisten membuka peluang-peluang sosial ekonomi baru bagi Indonesia,” kata Pandu dalam keterangan resminya, Selasa (31/3).
Danantara menegaskan akan tetap menjalankan mandat investasi secara disiplin dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Adapun realisasi proyek ini masih bergantung pada pemenuhan berbagai persyaratan serta kepatuhan terhadap kebijakan yang berlaku.





