Grid.ID - Dedi Mulyadi minta Dinkes (Dinas Kesehatan) identifikasi penyebaran campak di Jabar. Pasalnya, virus tersebut dikhawatirkan bisa serang otak hingga paru-paru.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat itu sempat menyoroti kasus yang menimpa seorang dokter berinisial AMW (26) yang meninggal dunia. Dimana dugaan kuat dikarenakan penyakit campak saat bertugas internship di rumah sakit di Cianjur.
Mengetahui hal tersebut, Dedi Mulyadi pun mengucapkan rasa belasungkawa. Dan langsung menghubungi Bupati Cianjur yang juga seorang dokter.
“Saya turut berduka cita, itu pengabdian tertinggi dokter meninggal di tempat pengabdiannya ketika sedang mengabdi. Saya menyampaikan duka mendalam tapi penyakitnya harus ditangani.
Apalagi Bupatinya dokter, saya telepon Bupatinya sekarang,” ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Selasa (31/3/2026).
Gegara hal itu pula, Dedi Mulyadi minta Dinkes untuk mengidentifikasi penyebaran campak di Jabar. Serta ditangani secara komprehensif.
“Dinas kesehatan segera mengidentifikasi, problemnya di mana, penyebaran seperti apa sehingga dalam pekan ini dilakukan langkah penanganan komprehensif," imbuh Dedi Mulyadi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani Dewi akhirnya buka suara. Yakni dimana ia berujar bahwa penanganan terhadap kasus campak harus diselesaikan dengan gotong royong dari semua pihak.
Terlebih, Vini juga menyatakan bahwa imunisasi tidak sama sekali mencegah sakit campak akan tetapi meringankan gejala. Itulah sebabnya, Vini meminta masyarakat juga menyadari terkait ganasnya virus campak tersebut.
Pasalnya, virus campak yang ganas bisa menyerang otak, paru-paru, hingga mata menjadi buta.
"Masyarakat disadarkan bahwa penyakit campak virus ganas sekali bisa menyerang otak paru paru dan lainnya termasuk mata jadi buta padahal obat tersedia kalau mau campak tidak ada," beber Vini dikutip dari TribunJabar.id.
Terakhir, sebagai langkah lanjutan menyikapi Dedi Mulyadi minta Dinkes untuk mengidentifikasi penyebaran campak di Jabar, Vina mengaku sudah menggelar rapat dengan kepala dinas kesehatan di seluruh Kabupaten atau Kota di Jawa Barat untuk pemetaan kasus campak dan segera melakukan penanganan.
Terutama digencarkan di Tasikmalaya dan Garut. Dimana saat ini masih ada 102 anak yang belum diimunisasi campak.
"102 ribu anak yang belum dilakukan imunisasi," tandas Vina. (*)
Artikel Asli




