Grid.ID - Ajang Syarief diketahui ngaku jadi Dedi Mulyadi. Begini tanggapan Gubernur Jabar yang menyinggung soal penipuan.
Ajang Syarif adalah konten kreator yang cosplay atau memiripkan diri dengan Dedi Mulyadi, mulai dari gerak-gerik, gaya berpakaian, hingga berbicara. Ia kerap membagikan video berkeliling berbagai daerah dan bertemu dengan warga melalui akun TikTok @ajangsdmreal. Bahkan, salah satu videonya sudah dilihat lebih dari 3 juta kali tayangan.
Terbaru, Ajang Syarief ngaku jadi Dedi Mulyadi. Tanggapan Gubernur Jabar jadi sorotan. Ia menyinggung soal penipuan.
Dedi Mulyadi menyayangkan tindakan Ajang Syarif yang berpura-pura mengaku sebagai dirinya di hadapan warga dalam sebuah video terbaru. Dalam tayangan tersebut, Ajang Syarif terlihat mendatangi kediaman seorang warga dan membahas mengenai anak Dedi Mulyadi, Ni Hyang.
Sementara itu, warga yang ditemui tampak gembira karena merasa telah bertemu dengan “Dedi Mulyadi”, padahal sosok tersebut adalah Ajang Syarif yang mengenakan busana serba putih lengkap dengan ikat kepala khas sang gubernur.
"Eceu ingin bertemu dengan Pak Dedi, alhamdulillah terlaksana," kata warga tersebut.
Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi pun memberikan teguran halus kepada Ajang Syarif.
"Kepada Kang Ajang yang bageur, soleh, Akang berpakaian seperti saya, saya senang. Saya meniru gaya saya, saya senang," ucap Dedi Mulyadi dalam videonya, Minggu (29/3/2026).
Menurut Dedi Mulyadi, melakukan aksi menyerupai dirinya bisa berdampak negatif terhadap munculnya penipuan atas nama sang Gubernur.
"Tetapi, kalau ada orang menganggap Akang adalah diri saya, dan Akang mengiayakan seolah-olah diri saya, semoga menjadi bahan evaluasi agar tidak ada pihak lain yang melakukan serupa kemudian pada akhirnya, bukan Akang loh, seringkali melakukan penipuan dan kejahatan. Ini sangat berbahaya," tuturnya.
Dedi Mulyadi menegaskan kepada Ajang Syarif bahwa sudah banyak akun palsu yang mencatut namanya untuk melakukan penipuan. Ia pun tidak ingin kejadian serupa terulang hanya karena tindakan Ajang Syarif dianggap sesuatu yang wajar.
"Kan di media sosial sudah banyak akun-akun mengatasnamakan saya, melakukan penipuan terhadap berbagai pihak yang merugikan seperti undian bodong," jelas Dedi Mulyadi.
"Untuk itu, kepada Kang Ajang, semoga Akang lebih bijak dan mempertimbangkan seluruh langkahnya agar tidak merugikan banyak pihak," tutup Dedi Mulyadi.
Alasan Ajang Syarif Meniru Sosok Dedi Mulyadi
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Marru Channel pada Selasa (10/2/2026), Ajang Syarif mengungkap latar belakang dirinya melakukan cosplay atau menirukan gaya Dedi Mulyadi. Ia menjelaskan bahwa keputusannya mengenakan pakaian serba putih lengkap dengan totopong atau iket Sunda didasari oleh rasa kagum terhadap sosok Dedi Mulyadi.
Diketahui, Ajang Syarif merupakan penggemar Dedi Mulyadi dan juga tergabung dalam komunitas Sahabat Dedi Mulyadi.
Ajang mengaku mengapresiasi kiprah Dedi Mulyadi sebagai pejabat yang kerap turun langsung ke lapangan, bahkan sejak sebelum menjabat sebagai gubernur. Menurutnya, meskipun Dedi Mulyadi sering dijuluki sebagai “Gubernur Konten”, langkah-langkah yang dilakukan KDM dinilai berbeda dan tidak biasa dibandingkan pejabat lainnya.
“Sebelum jadi Gubernur, KDM itu sudah melakukan aksi populis sehingga masyarakat Jabar betul-betul terhipnotis bukan karena gaya kepemimpinannya saja tapi juga keteladanannya,” ungkap Ajang SDM.
Lebih lanjut, pria asal Garut yang memiliki nama lengkap Ajang Syarif Nur Hidayatullah itu sempat ditanya soal kemungkinan terjun ke dunia politik jika mendapat tawaran bergabung dengan partai. Meski memiliki kemiripan secara fisik, Ajang Syarif yang kerap dijuluki KDM KW tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keinginan untuk maju sebagai bupati maupun lurah.
"Percaya diri boleh, tapi tahu diri lebih bagus", karena menyadari kapasitas pemikirannya berbeda jauh dengan KDM yang asli,” ujarnya.
Selanjutnya, Ajang Syarif mengungkapkan rasa terima kasih kepada manajernya, Ahendra, yang dinilainya memiliki peran besar dalam perjalanan kariernya sebagai kreator konten. Julukan “KDM KW” membuatnya semakin dikenal luas dan kerap memperoleh perlakuan istimewa, seperti mendapatkan fasilitas parkir VIP karena disangka sebagai KDM yang asli.
Meski demikian, Ajang Syarif juga merasa memikul tanggung jawab untuk menjaga kehormatan serta nama baik Dedi Mulyadi agar tidak melakukan tindakan yang menyimpang. Ia pun mengaku cukup sering berjumpa langsung dengan Dedi Mulyadi.
“Saya sering ketemu beliau ketika ada acara, sapa warga, karena kan antusiasme masyarakat terhadap Gubernur Jawa Barat itu luar biasa, masyarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan, atau hanya ingin melihat secara langsung,” ujar Ajang SDM. (*)
Artikel Asli




