IHSG Awal April Diproyeksi Masih Koreksi, Cermati Saham Pilihan Analis

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (1/4/2026) diprediksi masih berpotensi melanjutkan pelemahan di tengah tekanan jual yang belum mereda.

Sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi 0,61% ke level 7.048 dan pergerakannya masih berada dalam fase downtrend. Meski sempat menguat di awal sesi, tekanan jual kembali mendominasi seiring maraknya aksi trading jangka pendek dan profit taking di tengah ketidakpastian pasar yang masih tinggi.

Analis MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam, sehingga indeks masih rawan melanjutkan koreksi

"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6,745-6,849," kata Analis MNC Sekuritas dalam risetnya.

Namun dalam skenario terbaik, IHSG berpeluang telah menyelesaikan wave A pada label biru dan berpotensi melanjutkan penguatan ke kisaran 7.450–7.675. Adapun level support berada di 7.022 dan 6.917, sementara resistance di 7.302 dan 7.434.

Baca Juga: Dana Asing Rp1,28 Triliun Kabur dari RI, 10 Saham Ini Dilego

Baca Juga: IHSG Akhir Maret Ditutup Melemah ke 7.048, Sektor Transportasi Jadi Penekan Utama

Rekomendasi Saham Pilihan Analis MNC Sekuritas

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati pada awal April 2026.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness

BBCA menguat ke 6,450 dan masih didominasi oleh volume pembelian, pergerakan BBCA masih berada di fase downtrendnya. Analis memperkirakan, posisi BBCA sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [y].

Buy on Weakness: 6,100-6,350

Target Price: 6,800, 7,225

Stoploss: below 5,975

PT Harum Energy Tbk (HRUM) - Buy on Weakness

HRUM terkoreksi 5,12% ke 1,020 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, namun koreksinya tertahan MA200. Saat ini, posisi HRUM diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [d] dari wave Y pada pola triangle.

Buy on Weakness: 990-1,010

Target Price: 1,125, 1,205

Stoploss: below 960

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) - Spec Buy

JPFA terkoreksi 3,69% ke 2,350 dan masih didominasi oleh tekanan jual, namun koreksinya masih tertahan oleh MA20. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi JPFA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1 dari wave (5).

Spec Buy: 2,280-2,320

Target Price: 2,500, 2,650

Stoploss: below 2,220

PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness

TINS menguat 7,05% ke 3,340 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat. Analis memperkirakan, posisi TINS saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave A dari wave (B).

Buy on Weakness: 3,210-3,310

Target Price: 3,440, 3,690

Stoploss: below 3,100


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dubes Iran Sambangi Kediaman Jokowi di Solo, Bahas Apa?
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Remaja Kedua Hilang Tenggelam di Curug Bogor Ditemukan Tewas
• 3 jam laludetik.com
thumb
Aturan Pemberhentian PPPK Dipersoalkan ke MK
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Pemkot Yogya Batasi BBM Kendaraan Dinas Per Hari: Mobil 5 Liter, Motor 1 Liter
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Rapat DK PBB Bahas Gugurnya Prajurit TNI: Dalih Israel, Kecaman Negara-negara
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.