Kementerian Kebudayaan gelar Refleksi dan Penguatan Etos Pemajuan Kebudayaan bagi aparatur Kementerian Kebudayaan dalam rangka tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung efisiensi energi, bertempat di Ruang Graha Utama, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa momen Idul Fitri menjadi kesempatan penting untuk memperkuat hubungan antar sesama sekaligus meneguhkan kembali niat dalam bekerja bagi pemajuan kebudayaan, terutama untuk melaksanakan efisiensi energi yang sedang dilaksanakan bersama. Fadli Zon berharap agar seluruh upaya ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan memajukan kebudayaan.
Fadli juga mengingatkan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi berbagai ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik yang berdampak pada sektor energi dan ekonomi. Oleh karena itu, aparatur Kementerian Kebudayaan diimbau untuk memiliki kepekaan terhadap situasi tersebut, termasuk dengan menerapkan prinsip efisiensi dalam pelaksanaan tugas dan program kerja.
"Kita harus memiliki sense of crisis terhadap situasi global saat ini. Efisiensi, termasuk dalam penggunaan energi dan pola kerja, perlu kita terapkan, antara lain melalui skema kerja yang lebih adaptif seperti work from home pada waktu tertentu, agar kinerja tetap optimal sekaligus responsif terhadap kondisi yang berkembang," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Lebih lanjut, Fadli menekankan pentingnya refleksi dan penguatan etos kerja dalam mendorong percepatan pemajuan kebudayaan. Dia mengingatkan bahwa Kementerian Kebudayaan harus mampu menjadi motor penggerak utama dalam ekosistem kebudayaan nasional.
"Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas budaya, dinilai sebagai kunci dalam memperluas dampak program-program kebudayaan," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menyampaikan bahwa momentum ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga kesempatan untuk merefleksi dan memperkuat komitmen pemajuan kebudayaan.
"Mari kita semua memperkuat semangat kebersamaan dan bersinergi dalam melakukan tugas pemajuan kebudayaan yang berkelanjutan, serta menyelaraskan upaya kita untuk pemajuan kebudayaan, melalui elaborasi, kolaborasi, dan tradisi leluhur kita," ujar Bambang.
Dia mengatakan kegiatan ini merupakan upaya dari Kementerian Kebudayaan untuk terus mendorong pemajuan kebudayaan Indonesia secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai upaya pelestarian, tetapi juga sebagai kekuatan strategis dalam menjawab tantangan zaman.
"Penguatan etos kerja, sinergi internal, peningkatan kinerja aparatur, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika global menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif, tangguh, dan inovatif," tutupnya.
Acara Refleksi dan Penguatan Etos Pemajuan Kebudayaan ini turut dihadiri oleh jajaran Kementerian Kebudayaan, antara lain Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta; Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan, Fryda Lucyana; Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; serta jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Kebudayaan.
(ega/ega)




