Rezim Iran Dilanda Konflik Internal, Ekonomi Mendekati Ambang Kehancuran

erabaru.net
13 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Baru-baru ini kembali muncul laporan tentang perpecahan di internal rezim Iran. Media oposisi Iran yang berbasis di London, Iran International, pada 28 Maret melaporkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan komandan Garda Revolusi Ahmad Vahidi mengalami perbedaan pendapat serius.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Pezeshkian tidak puas dengan tindakan Garda Revolusi yang terus meningkatkan ketegangan dan melancarkan serangan ke negara-negara tetangga. Ia memperingatkan bahwa jika konflik tidak dihentikan, ekonomi Iran bisa runtuh sepenuhnya dalam waktu tiga minggu hingga sebulan.

Sumber yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan bahwa kedua pihak memiliki perbedaan tajam terkait siapa yang harus memimpin perang, serta dampak konflik terhadap kehidupan rakyat dan ekonomi.

Pada 30 Mei 2024, Menteri Dalam Negeri Iran saat itu, Ahmed Vahidi, berbicara di kantor pendaftaran kandidat di Teheran. (AFP via Getty Images)

Pezeshkian mengkritik Garda Revolusi karena terus memperluas konflik yang akan membawa biaya ekonomi lebih besar bagi Iran, dan menuntut agar kewenangan administratif dikembalikan kepada pemerintah sipil. Namun, Vahidi justru menyalahkan pemerintah, dengan mengatakan bahwa kegagalan melakukan reformasi struktural sebelum konflik yang menyebabkan situasi memburuk hingga saat ini.

Selain media oposisi, media Israel The Times of Israel juga melaporkan bahwa sistem pemerintahan Iran telah menunjukkan tanda-tanda retak. Mengutip seorang pejabat senior Israel, disebutkan bahwa rezim Iran sedang mengalami perpecahan, dan Israel berupaya menciptakan kondisi untuk menjatuhkan rezim tersebut, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada rakyat Iran sendiri.

Foto yang diambil pada 24 Maret 2026 ini menunjukkan warga Iran berbelanja di pasar di Tagirish, Teheran. (AFP via Getty Images)

Sementara itu, kondisi ekonomi di dalam negeri Iran terus memburuk.

Harga pangan dilaporkan melonjak tajam, bahkan meningkat dari jam ke jam. Beberapa bahan pokok telah naik setidaknya 50% dibandingkan sebelum perang. Laporan dari berbagai kota juga menyebutkan bahwa banyak mesin ATM kehabisan uang atau tidak dapat digunakan. Layanan perbankan online, termasuk dari bank nasional Iran, juga sering mengalami gangguan. Dalam tiga bulan terakhir, banyak pekerja bahkan tidak menerima gaji dan tunjangan secara stabil.



Pada 16 Maret 2026, sebuah pesawat Emirates Airlines bersiap mendarat di dekat Bandara Internasional Dubai, dengan asap tebal mengepul dari kebakaran yang terjadi di dekatnya. (AFP via Getty Images)


Perlu dicatat, pada awal Januari ini Pezeshkian sempat merilis video permintaan maaf secara terbuka atas tindakan pasukan Iran yang “menembak secara bebas” ke negara tetangga, serta memerintahkan penghentian serangan tersebut. Namun, tak lama setelah itu, serangan ke luar negeri tetap berlanjut, menunjukkan bahwa pernyataan presiden tampaknya tidak mampu sepenuhnya mengendalikan kelompok garis keras. (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Tegaskan Larangan Pelepasan Ikan Sapu-Sapu: Ada Aturannya
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
“Belajar Langsung di Lapangan! Mahasiswa UB Dibekali Skill Monitoring Hiu-Pari Bareng Mobula Project”
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Nasib Nahas Bocah SD di Depok, Sepeda Hasil Uang Lebarannya Digondol Pencuri
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
BPS Sebut 3.934 Peserta PBI BPJS Penyintas Katastropik Meninggal Dunia
• 20 menit laludetik.com
thumb
Bertemu Boroujerdi, Jokowi Sampaikan Simpati dan Dukungan untuk Rakyat Iran
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.