Untuk pertama kalinya sejak tahun 2022, harga bahan bakar minyak (BBM) atau bensin di Amerika Serikat tembus hingga 4 dolar AS atau sekitar Rp67.860 pada Selasa (31/3/2026) waktu setempat.
Berdasarkan data American Automobile Association (AAA), harga rata-rata bensin nasional AS naik menjadi sekitar 4,02 dolar AS (setara Rp68.198), dari sebelumnya 3,99 dolar AS (setara Rp67.686) pada ,Senin (30/3/2026).
Lonjakan harga bensin ini dipicu oleh gangguan rantai pasokan dan pengurangan produksi yang terkait dengan ketegangan di Timur Tengah, yang secara tajam mendorong harga minyak global naik.
Hal ini menandakan, untuk pertama kalinya sejak Agustus 2022, harga rata-rata bensin di 12 negara bagian AS dan Washington DC melebihi ambang batas 4 dolar AS.
BACA JUGA: Harga Minyak Bergejolak, G7 Gelar Pertemuan Bahas Pasokan Global
Menurut laporan kantor berita Anadolu, Rabu (1/4/2026), harga bensin di AS naik satu persen dibandingkan minggu sebelumnya dan melonjak hampir 35 persen dibandingkan bulan lalu. Secara tahunan, harga bensin juga naik sekitar 27 persen.
Meski demikian, harga bensin di AS masih bervariasi di setiap wilayah karena adanya perbedaan pasokan dan tarif pajak. California mencatatkan rata-rata tertinggi, yaitu hampir menyentuh 5,89 dolar AS (setara Rp99.988) per galon.
Selanjutnya, Hawaii berada di kisaran 5,45 dolar AS (Rp92.502) per galon, disusul Washington dengan harga 5,35 dolar AS (Rp90.832) per galon, serta Oregon serta Nevada masing-masing sekitar 4,93 dolar AS (Rp83.691) per galon.
Sementara itu, harga rata-rata solar di AS naik menjadi 5,45 dolar AS (Rp92.502) per galon, meningkat 45 persen dari bulan sebelumnya.
Sebagai informasi, harga rata-rata bensin di AS terakhir kali mencapai rekor tertinggi sekitar 5,02 dolar AS (Rp85.194) per galon pada Juni 2022. (ily/bil/ipg)



