Bisnis.com, CIREBON- Pemerintah Kabupaten Cirebon mewajibkan penggunaan pakaian adat Cirebon bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelajar, hingga masyarakat pada Kamis, 2 April 2026.
Kebijakan ini diterapkan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon sekaligus mendorong keterlibatan publik agar perayaan tidak hanya menjadi milik kalangan birokrasi.
Ketua Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon Dadang Raiman mengatakan kebijakan tersebut merupakan upaya menghadirkan perayaan yang lebih inklusif dan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Selama ini, menurutnya, peringatan hari jadi cenderung identik dengan kegiatan internal pemerintahan.
“Intinya kami ingin memberikan sesuatu yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Hari jadi ini bukan hanya milik pegawai, tapi milik seluruh masyarakat,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, kewajiban penggunaan pakaian adat Cirebon telah disosialisasikan melalui surat edaran resmi yang ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, instansi pendidikan, hingga pelaku usaha di wilayah Kabupaten Cirebon.
Kebijakan tersebut berlaku untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Baca Juga
- Awal April 2026, Harga Pangan di Cirebon Naik
- Tepung Beras Mahal, Napas UMKM Kue di Cirebon Kian Tersengal
- Wisata Kabupaten Cirebon Ramai saat Lebaran, tapi Dampak Ekonominya Masih Tipis
Menurut Dadang, langkah ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap momentum hari jadi daerahnya.
Dengan mengenakan pakaian adat secara serentak, masyarakat diharapkan lebih mengenal dan merasakan nilai historis serta kultural Kabupaten Cirebon.
“Supaya masyarakat juga merasakan bahwa hari jadi ini bukan sekadar seremoni. Mereka tahu bahwa tanggal 2 April adalah hari jadi Kabupaten Cirebon,” katanya.
Selain menyasar ASN dan pelajar, Pemkab Cirebon juga mendorong partisipasi sektor swasta, khususnya pelaku usaha ritel. Sejumlah pusat perbelanjaan dan toko modern diimbau untuk turut serta meramaikan peringatan dengan nuansa budaya lokal, termasuk penggunaan atribut khas Cirebon oleh karyawan.
Kebijakan ini, lanjut Dadang, merupakan bagian dari pendekatan partisipatif yang ingin dibangun pemerintah daerah. Dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga sektor usaha, perayaan hari jadi diharapkan lebih hidup dan memiliki dampak sosial yang luas.
Namun demikian untuk rangkaian kegiatan perayaan tahun ini, Pemkab Cirebon masih mengadopsi konsep yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Pemerintah memilih fokus pada kegiatan yang bersifat sederhana namun tetap bermakna, tanpa menggelar pesta besar.
“Untuk sementara masih seperti tahun kemarin. Yang penting esensinya sampai ke masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan peringatan hari jadi tidak diukur dari kemeriahan semata, melainkan dari sejauh mana masyarakat merasa memiliki dan terlibat dalam momentum tersebut.




