JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks anggota UNIFIL 2010-2011 Serma (Purn) Muhtar Efendi dan Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Prof Hikmahanto Juwana menjelaskan upaya perlindungan dari PBB untuk anggota UNIFIL di Lebanon.
Muhtar mengatakan, selama ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah melakukan sejumlah hal untuk melindungi keamanan pasukan penjaga perdamaian di negara bertikai.
Salah satu upaya PBB untuk melindungi pasukannya adalah dengan seragam dan perlengkapan berlogo United Nations (UN).
“Di antaranya apa yang kita kenakan, apa yang kita gunakan di negara yang sedang bertikai itu, semacam ada rompi United Nations, pakai helm United Nations, kemudian membawa bendera juga, membawa bendera United Nations dan kendaraan pun juga di branding United Nations,” ungkapnya dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Guru Besar UI Sarankan Pemerintah Tak Kirim Pasukan untuk BoP, Ini Penjelasannya
“Itu salah satu bentuk upaya daripada PBB untuk melindungi pasukannya yang berada di daerah konflik,” tegasnya.
Muhtar juga menilai perlu adanya investigasi terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang menjadi anggota pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.
“Tetapi investigasi itu jangan diarahkan untuk mencari siapa yang salah. Justru investigasi itu harus diarahkan kenapa Israel menyerang kontingen Indonesia. Itu saja,” ungkapnya.
Berdasarkan pengalamannya di Lebanon selama bertugas, ia menyebut kawasan Aadshit Al-Qusayr yang diserang oleh Israel pada akhir Maret lalu adalah wilayah yang netral.
“Kalau, ini berdasarkan pengalaman saya di Lebanon selama satu tahun, wilayah yang kita duduki itu itu ternetralisir daripada konsentrasinya tentara Hezbollah,” jelasnya.
Menurutnya, saat dirinya bertugas di Lebanon Selatan, pasukan Hezbollah terkonsentrasi di wilayah Tulin, Kabrika, dan Asawaneng. Ketiga wilayah itu juga menjadi daerah binaan pasukan UNIFIL saat itu.
“Markas kita ini ada di Aadshit Al-Qusayr yang notabene jarak perjalanan dari Aadshit Al-Qusayr ke tiga wilayah itu memakan waktu kurang lebih satu jam,” lanjutnya.
Jika Israel beralasan akan menyerang Hezbollah, kata dia, salah jika serangannya mengarah ke Aadsyid al-Qusayr.
“Seharusnya diarahkannya ke Tulin-kah, ke Asawaneng kah atau ke Kabrika Karena tiga wilayah ini jelas sudah ter-mapping oleh mereka. Sudah ter-plotting melalui drone-drone yang mereka terbangkan kan, dan posisi pun sudah ter-mapping dan ter-plotting oleh Israel.”
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- prajurit tni gugur
- tni gugur di lebanon
- unifil
- israel
- lebanon





