Atasi Tengkulak, Pemerintah Bangun 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Tengkulak masih menjadi salah satu persoalan di kalangan nelayan. Ketergantungan nelayan terhadap tengkulak membuat posisi tawar menjadi lemah.

Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi hal tersebut adalah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). KNMP bertujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan ekosistem ekonomi nelayan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"KNMP sebagai langkah penguatan ekonomi nelayan, yang dirancang untuk mengatasi persoalan mendasar, seperti: rendahnya produktivitas, ketergantungan pada tengkulak, serta terbatasnya akses pasar," ujar Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Baca Juga :

Cerita Warga Kampung Nelayan Sejahtera Rasakan Lebaran Terindah Tahun Ini
Qodari menyebut, KNMP diharapkan mampu memperkuat sektor riil kelautan sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya laut. KNMP dirancang untuk membangun sistem ekonomi yang utuh mencakup seluruh aktivitas nelayan.

"Mulai dari penangkapan, penyimpanan, pengolahan, hingga pemasaran hasil laut, dikelola secara terorganisasi dan terintegrasi dalam satu ekosistem usaha," jelasnya.

Qodari mengungkapkan, fasilitas yang dibangun, seperti cold storage (gudang pendingin), pabrik es, bengkel kapal, docking (galangan kapal), kios perbekalan, hingga sentra kuliner, tidak berdiri sendiri. Fasilitas tersebut menjadi alat produksi bersama yang dikelola secara kolektif.

Program ini, kata dia, menggunakan pendekatan berbasis klaster. Artinya, pembangunan tidak dilakukan secara terpisah, tetapi dibangun dalam satu sistem yang saling terhubung antara KNMP Hub dan KNMP Penyangga.

"Sehingga aktivitas ekonomi bisa lebih efisien dan terintegrasi dibandingkan jika dibangun secara terpisah," katanya.

Target Pembangunan dan Produksi

Qodari mengungkapkan, pembangunan KNMP pada tahun 2025 telah berlangsung selama dua tahap. Tahap pertama dimulai pada awal September 2025 di 65 desa/kelurahan di 60 kabupaten/kota di 25 provinsi dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,2 triliun.

"Hingga 30 Maret 2026 progres pembangunan sudah mencapai 99,23% dan lokasi yang sudah selesai dibangun sebanyak 61 dari target 65 lokasi di tahun 2025," ucapnya.


Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari. Foto: Istimewa

Lokasi yang masih dalam proses penyelesaian pembangunan sebanyak 4 lokasi, yaitu Kabupaten Kapuas Hulu (Provinsi Kalimantan Barat); Kabupaten Sumenep (Provinsi Jawa Timur); serta Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Garut (Provinsi Jawa Barat).

Pembangunan KNMP Tahap II dimulai pada Desember 2025 di 35 desa/kelurahan di 35 kabupaten/kota di 17 provinsi dengan alokasi anggaran Rp660,5 miliar. Hingga 30 Maret 2026, progres pembangunannya mencapai 16,68% dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.

"Tahun 2026, pemerintah menargetkan lonjakan besar dengan pembangunan 1.000 lokasi KNMP," terangnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan per 25 Maret 2026, program ini diproyeksikan mampu menghasilkan produksi perikanan hingga 2,15 juta ton per tahun, yang akan memperkuat sektor riil dan ketahanan pangan berbasis kelautan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TASPEN Group Gelar Bedah Rumah Gratis, Wujud Kepedulian pada ASN dan Masyarakat
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPPU Gelar Sidang Perdana Dugaan Keterlambatan Notifikasi Akuisisi oleh PT Evans Indonesia
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Pendapatan MNC Digital (MSIN) Naik 18 Persen Jadi Rp3,83 Triliun Sepanjang 2025
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Menko Polkam: Pemerintah Tuntut Investigasi Insiden 3 Prajurit TNI Gugur
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Super League: Atap Indomilk Arena Rusak akibat Diterjang Angin Puting Beliung, Persita Ngungsi ke BIS untuk Lawan Arema FC
• 35 menit lalubola.com
Berhasil disimpan.