Batang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah menyebutkan sebanyak 945 calon haji menjalani uji ketahanan fisik selama dua hari. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesehatan mereka siap menghadapi kondisi cuaca di Tanah Suci, Mekkah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi mengatakan keamanan dan kondisi calon haji menjadi prioritas utama.
"Oleh karena itu, tes kebugaran ini krusial untuk mengukur kemampuan kardiovaskular jemaah," katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 1 April 2026.
Baca Juga :
227 Calon Haji Kota Madiun Diberikan Vaksin Meningitis dan PolioMenurut dia, menjalankan ibadah haji bukan sekadar ritual spiritual. Ibadah ini juga merupakan sebuah 'maraton' fisik yang menuntut ketahanan tubuh prima.
"Oleh karena itu, calon haji perlu dilakukan uji kebugaran untuk mengukur napas, menakar kekuatan, serta menguji otot kaki mereka," ujarnya.
Ia yang didampingi Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Adib Rachmawan mengatakan proses uji kebugaran dimulai dengan pengukuran tinggi dan berat badan untuk menentukan indeks massa tubuh. Selain itu, tensi darah dan denyut nadi diperiksa secara saksama oleh tim dokter.
Ilustrasi. Dokumentasi/ Media Center Haji 2025.
Deteksi awal ini, kata dia, adalah pintu masuk untuk menentukan metode tes yang tepat bagi masing-masing individu calon haji. "Dari hasil pemeriksaan dokter, calon haji akan ditentukan apakah layak mengikuti tes lari atau cukup dengan jalan kaki. Hal ini penting untuk menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan," jelasnya.
Bagi calon haji yang memiliki kondisi fisik mumpuni maka mereka ditantang untuk menuntaskan lari sejauh 1,6 kilometer. "Namun, bagi calon haji berumur lanjut usia atau di atas usia 60 tahun dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu maka panitia menerapkan metode jalan kaki selama enam menit," ungkapnya.




