Jurus Hendarsam Marantoko Berantas Pungli di Ditjen Imigrasi

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Hal tersebut disampaikan usai mencuatnya dugaan pemerasan terhadap wisatawan mancanegara di Batam yang menjadi sorotan publik setelah beredar laporan dari media Singapura.

Dalam laporan tersebut, wisatawan asal Singapura dan Myanmar mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum petugas saat tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, dengan nominal yang disebut mencapai ratusan dolar Singapura.

Menanggapi hal tersebut, Hendarsam memastikan bahwa kasus di Batam telah ditindaklanjuti oleh internal Imigrasi.

“Yang pertama masalah masalah di Batam. Hal tersebut langsung direspons cepat oleh teman-teman di kepatuhan internal dan sudah dilakukan sanksi terhadap mereka," ujar Hendarsam kepada wartawan usai pelantikan sebagai Dirjen Imigrasi, di Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Rabu (1/4).

Ia menegaskan, langkah penindakan saja tidak cukup untuk mencegah praktik serupa terulang. Oleh karena itu, pihaknya akan menggunakan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan menelusuri akar permasalahan.

“Yang kedua, supaya hal ini tidak berulang, saya belum bisa sampaikan tapi yang pasti metodologi yang kita kita pakai kita mencari akar masalahnya dulu. Akar masalah dari semua permasalahan ini walaupun ini mau kecil mau besar kita cari dulu akar masalahnya baru kemudian kita cari jalan keluarnya. Itu metodologi-metodologinya," terangnya.

Menurutnya, pola penanganan yang hanya bersifat reaktif tidak akan menyelesaikan persoalan secara tuntas.

“Jadi kita tidak tambal sulam. Jadi tidak hanya masalah penindakan kemudian ada lagi, kita tidak mau itu. Kita cari akar masalahnya kemudian baru kita membuat sebuah juklak-juknis yang kemudian secara struktural ini bisa berjalan dengan baik,” kata Hendarsam.

Hendarsam juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem untuk menutup celah terjadinya pelanggaran di lapangan.

“Apa pun itu saya rasa semua semua pelanggaran kalau sistemnya tidak tidak apa namanya tidak rigid tidak masih ada celah, itu yang kita perbaiki. Caranya apa? Akar masalahnya akan kita cari. Nanti saya akan bicara dengan para direktur untuk melihat hal tersebut,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WFH Setiap Jumat, Layanan Publik dan Sektor Strategis Tetap WFO
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Teheran Kehabisan Senjata! Serangan Brutal AS-Israel Bikin Iran Nyaris Tak Berdaya
• 1 jam laluerabaru.net
thumb
Eks Bupati Bekasi Ade Koswara Beli Rumah di Cikarang, Diduga dari Uang Korupsi Ijon Proyek
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Atletik Indonesia Menggila di Asia, Juara di Taiwan dan Tembus Elite di Jepang
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Wali Kota Bandung Ajak Pejabat Ngantor Naik Sepeda Tiap Jumat, WFH ASN Diawasi Ketat
• 2 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.