Bukit Asam (PTBA) Catat Produksi Naik 9% jadi 47,18 Juta Ton Sepanjang 2025

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) mencatatkan kenaikan volume produksi dan penjualan di sepanjang 2025. Namun, rendahnya harga jual membuat pendapatan perseroan relatif tidak berubah.

Berdasarkan laporan keuangan 2025, volume produksi PTBA mencapai 47,18 juta ton di sepanjang 2025. Realisasi itu meningkat 9% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari tahun sebelumnya 43,28 juta  ton.

Adapun volume angkutan turut meningkat sebesar 6% yoy menjadi 40,43 juta ton dari tahun sebelumnya 38,17 juta ton.

Sementara volume penjualan terkerek 6% yoy menjadi 45,42 juta ton dari sebelumnya 42,89 juta ton. Perinciannya, penjualan domestik meningkat 9% yoy menjadi 24,74 juta ton dan penjualan ekspor naik 2% yoy menjadi 20,68 juta ton dari sebelumnya 20,25 juta ton.

Adapun, lima negara tujuan ekspor PTBA yang terbesar hingga akhir 2025 adalah Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

Baca Juga : Bukit Asam (PTBA) Bukukan Laba Bersih Rp2,93 Triliun Sepanjang 2025

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menjelaskan secara operasional kinerja perseroan sudah memuaskan. Akan tetapi, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang turun 6% yoy seiring dengan pelemahan harga batu bara membuat kinerja keuangan perseroan tidak begitu terangkat.

Adapun, harga batu bara NCI tercatat menurun 22% yoy dan ICI-3 turun hingga 16% yoy. Harga batu bara yang mendingin ini berdampak terhadap harga jual rata-rata perseroan yang turun 6% yoy.

"Di tengah tekanan harga batu bara global sepanjang 2025, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid," kata Arsal dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).

Adapun, PTBA membukukan EBITDA sebesar Rp6,08 triliun dengan margin EBITDA di level 14% pada 2025.

Dari sisi pendapatan, PTBA membukukan Rp42,65 triliun sepanjang 2025, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. 

Adapun beban pokok pendapatan meningkat 5% YoY menjadi Rp36,39 triliun, sejalan dengan kenaikan volume produksi dan angkutan. Kenaikan biaya juga dipengaruhi oleh implementasi B40 serta pencabutan subsidi FAME yang mendorong harga bahan bakar.

Di sisi neraca, total aset PTBA meningkat 5% menjadi Rp43,92 triliun pada akhir 2025, didorong oleh kenaikan aset tidak lancar. Sementara itu, liabilitas naik menjadi Rp21,30 triliun, sedangkan ekuitas relatif stabil di kisaran Rp22,62 triliun.

Arus kas dari aktivitas operasi tercatat meningkat 24% YoY menjadi Rp6,26 triliun, mencerminkan perbaikan penerimaan dari pelanggan dan pengembalian pajak.

Belanja modal (capex) sepanjang 2025 terealisasi sebesar Rp4,55 triliun atau sekitar 63% dari target tahunan, yang mayoritas digunakan untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hendarsam Marantoko Resmi Dilantik Jadi Dirjen Imigrasi
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Cek Harga Yamaha Nmax Terbaru per April 2026
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Puluhan Ribu Relawan Lintas Lembaga Bahu-membahu Pulihkan Sumatera
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Tak Perlu Antre dari Subuh, Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Daftar Online dan Datang Sesuai Jadwal
• 5 jam lalukompas.com
thumb
78% Sawah di Kuningan Sudah Dipanen, Lebih Cepat dari Pantura
• 16 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.