Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menemui Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediamannya di Solo, Rabu (1/4). Pertemuan berlangsung tertutup selama hampir dua jam.
Jokowi menjamu Boroujerdi dengan makan siang yang terdiri dari gulai kambing, mi Aceh, ayam goreng kremes, telur ceplok, nasi goreng, dan lontong sayur.
Usai pertemuan, Jokowi mengatakan pertemuan tersebut bertujuan untuk menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran.
“Ya, intinya kita ingin terus menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Saya kira ini bagus baik untuk urusan ekonomi maupun bagus untuk urusan geopolitik,” ujar Jokowi, Rabu (1/4).
Saat ditanya soal kemungkinan adanya pembahasan terkait kapal Indonesia yang tertahan di Selat Hormuz, Jokowi menegaskan hal tersebut merupakan ranah pemerintah.
“Kalau terkait kampanye ajakan untuk memerangi Ya, saya kira baik kampanye untuk menghentikan perang, kampanye anti-perang,” kata dia.
Jokowi menilai, dunia saat ini membutuhkan perdamaian serta hubungan antarnegara yang harmonis agar stabilitas global tetap terjaga.
“Saya kira dunia ini butuh sebuah dunia yang damai. Membutuhkan relasi hubungan yang baik antar negara sehingga kesejahteraan tumbuhan ekonomi, semuanya bisa berjalan dengan normal tanpa hambatan-hambatan,” katanya.
Ia juga menyinggung dampak konflik terhadap sektor energi global.
“Misalnya sekarang ini semua negara kesulitan energi, semua negara kesulitan minyak. Itu tidak terjadi kalau perang tidak ada,” pungkasnya.





